Headlineislam.com – Presiden Joko
Widodo berkeinginan membentuk investasi, dari dana di Badan Pengelola Keuangan
Haji yang jumlahnya triliunan, salah satunya adalah dalam bentuk infrastruktur.
"Karena menurut presiden,
investasi berbentuk infrastruktur sangat menguntungkan," ujar Menteri
Agama, Lukman Hakim Saifuddin, usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, di
Istana Bogor, Jumat (5/6/2015).
Sekedar informasi, akumulasi dana
setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada 2014 mencapai
Rp73,79 triliun. Bila ditarik sampai tahun 2022, diperkirakan bisa mencapai
sekitar Rp147,67 triliun.
Dengan besaran dana itu, kata
Lukman, Jokowi menginginkan dana tersebut harus dikelola dengan baik dengan
diisi oleh kalangan profesional, bukan dari orang-orang politik.
"Semua dana haji, dikelola
badan keuangan pelaksanaan haji. Soal bentuk investasi apa nanti yang
direalisasikan, itu ditangan pengelola. Itu kewengan penuh mereka, nanti dalam
bentuk syariah," tuturnya.
Kata dia, siapapun yang akan
mengisi BPKH harus profesional dalam menjalankan tugasnya.
"Harus profesional, bukan
orang politik. Harus transparan dan akuntabel karena mengelola sangat
besar," pungkasnya. (ok/headlineislam.com)


