Headlineislam.com – Rupanya para
pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) merasakan angin segar di bawah
kepemimpinan pemerintahan Jokowi, ini terbukti dengan munculnya berbagai macam
model baju yang diperuntukkan bagi para pendukungnya, dengan tanda silang palu
arit, sebagai simbol lambang dari PKI.
Bukan hanya baju, berbagai
pagelaran, pemutaran film, dan buku-buku yang berisikan ajaran Komunis,
Marxisme/Leninisme yang tersebar dikalangan mereka, bahkan bukan itu saja, di
sosial media mereka berusaha eksis untuk bisa melakukan debat dan buntutnya
secara pelan mengajak lawan debatnya untuk membaca buku yang menurut mereka
alasan dibenarkan adanya paham komunis di Indonesia.
Dan yang terbaru, di Medan
Sumatera Utara, melalui akun Facebook milik Yopi yang diunggah ke grup Beranda
Tolak Jokowi & Ahok mengunggah sebuah foto yang menunjukkan sebuah spanduk
yang dipasang di salah satu ruko yang berada di tengah Kota Medan.
Spanduk dengan tulisan, “Posko
Perlawanan Kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI)” dipasang tidak jauh dari
depan Kompleks kediaman milik petinggi Komando Daerah Militer I Bukit Barisan,
dan juga tidak berada jauh dari Polsek Helvetia Medan.
Berikut postingan Yopi ;
Sudah semakin terang dan nyata klo PKI benar2 bangkit kembali.hei luhut (Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan-red) kau masih mau pura2 buta atau emang buta dengn semua ini.yg mengherankan lokasi posko ini berdiri di depan kompleks atau rumah dinas petinggi kodam dan tak jauh jarak nya dari polsek helvetia MEDAN.IRONI MEMANG KETIKA YANG SALAH ITU SENGAJA DI BENARKAN DAN YG BENAR ITU SENGAJA DI SALAHKAN.melihat kenyataan ini kemana aparat penegak hukum kita?Tidur kah aparat kita atau pura2 tidak tahu atau emang sengaja di biarkan agar menjadi besar!
“Masyarakat sendiri sudah jenuh
dengan pernyataan para petinggi negeri ini yang terkesan sengaja membiarkan PKI
bangkit, dengan berbagai macam pernyataan yang terdengar membiarkan
(mendukung),” ujar Heikal Safar, Ketua ormas Heikal Center.
Bahkan Heikal ingin agar pihak
Keamanan segera menanyakan maksud pemasangan spanduk tersebut, “Kalau dibaca
dari kalimatnya, seakan itu posko untuk melakukan perlawanan, namun jangan
terkecoh, pihak keamanan harus segera memeriksa,” ujar Heikal, yang menurutnya
justru posko tersebut untuk mendukung bangkitnya PKI, dikarenakan pada bagian
bawah spanduk, kiri dan kanan, terpasang lambang PKI palu arit bersilang.
Menurutnya saat ini pihak PKI
sudah berupaya dengan segala cara ingin menghilangkan TAP MPRS XXV tahun 1966
Tentang larangan segala yang berbau komunis, dan ajaran yang sejalan, marxisme
dan leninisme.
“Selain ingin menghilangkan Tap
MPRS tersebut, di sisi lain mereka juga aktif untuk merangkul para pemuda,
khususnya mahasiswa yang berpikiran bebas, dengan cara menyuntikkan sebuah
paham yang dinamakan liberalisme, atau kebebasan,” ujar Heikal.
Bahkan menurut Heikal para pendukung
komunisme tidak segan-segan memakai kata Islam untuk membuat sebuah kelompok,
namun isinya justru bertentangan dengan Al-Quran sebagai salah satu kitab
pedoman bagi umat yang mengaku beragama Islam.
“Dan tidak jarang, justru Al-Quran
mereka anggap tidak pantas untuk dipakai umat Islam, kan aneh,” ujar Heikal
yang merasa tidak habis pikir dengan para pendukung paham komunis ini.
Menurutnya nama Islam muncul
diperuntukkan bagi umat yang mempercayai dan menggunakan Al-Quran, karena dari
sanalah nama Islam muncul, “jadi kalau tidak mau dengan Al-Quran, jangan pakai
nama Islam, karena jika tidak ada Al-Quran, maka tidak ada yang namanya Islam,”
ujarnya tegas. (pb/headlineislam.com)


