![]() |
| Isa Ahmad Qasim |
Headlineislam.com
– Komandan Garda Revolusi Iran untuk
Operasi Luar Negeri, Qasim Sulaimani, memperingatkan pecahnya pemberontakkan
berdarah di Bahrain dan munculnya perlawanan bersenjata jika rezim terus
melakukan “pelanggaran terhadap rakyat”. Seperti diketahui, Bahrain terus menindak
dan memburu para militan Syiah di negaranya yang merencanakan pemberontakan
dalam beberapa tahun terakhir.
“Tekanan yang terus diberikan
rezim Bahrain terhadap rakyat menjadi awal pemberontakan berdarah,” kata
Sulaimani yang memimpin pertempuran pasukan Iran di Suriah dan Iraq, seperti
dilansir Al-Jazeera, Senin (20/06).
Pernyataan tersebut dikeluarkan
setelah pemerintah Bahrain menghapus kewarganegaraan rujukan spiritual Syiah
tertinggi di Bahrain, Isa Ahmad Qasim.
“Penindakan terhadap Isa Qasim merupakan
garis merah bagi Iran. Melukainya sama saja menyalakan api di Bahraian dan
kawasan Timur Tengah. Kami tidak akan meninggalkan rakyat Bahrian kecuali
dengan perlawanan bersenjata,” imbuh Sulaimani.
Di sisi lain, Kementerian Luar
Negeri Iran menganggap penghapusan atau pengusiran Isa Qasim menghilangkan
seluruh upaya reformasi melalui jalan dialog dan cara damai. Menlu Iran
mengisyaratkan munculnya kekacauan di Bahrain akibat hal itu.
Tak ketinggalan, organisasi
bentukan Iran Syiah Hizbullah Lebanon menyeru para pengikut Syiah di Bahraian
untuk meluapkan kemarahan atas keputusan pemerintah Bahraian tersebut.
Hizbullah mengatakan, hal itu akan berakibat serius bagi rezim.
Isa Qasim Menghasut Aksi Kekerasan
Departemen Dalam Negeri Bahraian
beberapa waktu lalu menghapus kewarganegaraan pemimpin sepritual Syiah Isa
Ahmad Qasim. Menurut Kementerian, Qasim bersalah karena mendirikan organisasi
Syiah trans nasional. Dia juga berperan penting membangun kampung sektarian
ekstremis.
Pemerintah Bahrain juga menuduh
Qasim menghasut pengikutnya untuk melakukan kekerasan sektarian melaui
mimbar-mimbarnya. [Kiblat]


