Headlineislam.com
– Ini adalah bagian dari khotbah
Syekh Muhammad Hasan:
Demi Allah, Nabi tidak datang
dalam mimpi, kecuali kepada orang-orang yang sungguh-sungguh
mencintainya.
Dengarlah, ada orang-orang yang
pergi untuk mengunjungi Nabi, dan ada juga orang-orang yang dikunjungi Nabi.
Apakah kalian ingat kisah wanita
salehah, seorang ibu yang meminta Allah untuk melimpahkan pada dirinya rahmat
yang luas. Saya pernah menceritakannya dan saya akan menceritakannya lagi:
Sang ibu mengirim anaknya kepadaku
ketika pelajaran sedang berlangsung di Al-Mansurah.
Si anak berkata, “Maafkan saya
Syekh, saya harus mengatakan ini.”
Saya menjawab, “Katakanlah.”
Si anak berkata, “Ibu berkata kepadaku,
‘Pergilah ke Syekh Muhammad Hassan dan katakan kepadanya, ‘Ya Syekh, jika
berkenan, ibuku menunggu Anda untuk menengoknya malam ini.’”
Saya menjawab, “Baiklah. Nanti
kita pergi menjenguknya.”
Kami pun pergi ke sebuah desa yang
sangat terpencil. Bangunan rumahnya terbuat dari tanah liat. Sebuah keluarga
yang miskin.
Di dalamnya, ada seorang wanita
yang telah berumur 70 tahun.
MasyaAllah dia tidak berhenti
bershalawat atas Nabi; tidak semenit, bahkan sedetik pun tidak.
Ketika melihatku, dengan tubuh
yang payah dia menyambut kedatanganku. Kemudian, ia kembali duduk sambil
bershalawat atas Nabi dan terus melakukannya.
Aku begitu iba melihat kondisi ibu
yang salehah ini.
Saya berkata kepadanya, “Wahai
ibu, jika perlu sesuatu panggilah aku. InsyaAllah saya akan datang. Sekarang
katakanlah, penyakit apa yang mengganggu dirimu? Dengan izin Allah, saya
berjanji untuk datang lagi minggu depan. Saya akan membawa salah satu dokter
spesialis yang engkau butuhkan. Dokter itu akan datang kemari memeriksa dirimu.”
Lalu, sang ibu mendongak dan
tersenyum dengan senyuman yang indah.
Dia berusia lebih dari 70 tahun.
Dia berkata, “Wahai anakku, aku tahu
penyakit dan obatku.”
Saya pun berkata kepadanya, “Demi
Allah, tolong katakan padaku.”
Dia berkata, “Wahai anakku,
junjungan kita Nabi tidak datang dalam mimpiku selama tiga malam ini.”
Saya bertanya heran, “Beliau tidak
datang kepada Anda selama tiga malam? Apakah Beliau datang kepada Anda setiap
malam?”
Dia berkata kepada saya, “Demi Allah,
jika satu malam berlalu tanpa melihat beliau, aku akan sakit. Aku sudah sakit
selama tiga malam karena belum melihat beliau.”
Dengarkanlah nasihatku ini, “Jika
niatmu benar, maka mimpimu juga benar. Jika cintamu untuk Nabi itu benar, maka
engkau akan melihat Rasulullah.”
Sebab, beliau pernah bersabda,
“Siapa pun yang melihatku dalam mimpi maka telah benar-benar melihatku. Sebab
setan tidak bisa meniru rupaku.”
Penulis : Dhani El-Ashim


