Jakarta (Headlineislam.com) – Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among
Civilisations (CDCC), Din Syamsudin setuju dengan sikap Indonesia untuk tidak
ikut campur dengan koalisi 34 negara Muslim bentukan Arab Saudi. Ia menilai hal
itu akan menyalahi prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas akif.
"Saya
setuju sikap Indonesia, saat ini Indonesia harus jadi penengah tidak usah
ikut-ikutan apalagi kalau hanya jadi pelengkap, nanti malah menderita,"
ujar Din seusai acara Lecture on Civilisations, di kantor CDCC, di Menteng,
Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Sebagaimana
dilansir Republika, Din menilai koalisi tersebut memiliki kepentingan dan sudut
pandang berbeda dari masing-masing anggotanya. Koalisi semacam itu menurutnya
juga tak akan pernah solid meski dari negara yang memiliki latar belakang sama
yakni Islam.
"Terutama
dari cara memandang siapa musuh, berbeda-beda tiap negara," ujar Din.
Menurutnya
semestinya konflik di negara Islam diselesaikan dengan cara Islami yakni ukuwah
Islamiyah. Akan lebih baik jika diselesaikan dengan duduk bersama dalam satu
meja untuk bernegosiasi bukan dengan aksi militer.
"Tak
perlu koalisi militer, kita itu perlunya koalisi untuk kemajuan dan
pembangunan," katanya. (jurnis)



No comments:
Post a Comment