Suriah (Headlineislam.com) – Sekelompok wanita Kristen di utara timur Suriah membentuk unit militer perempuan dengan dalih melawan kelompok Daulah Islamyiah Iraq wa Syam (DAIS/ISIS/ISIL) di wilayah tersebut.
Para wanita Kristen dari
Hasakeh, Suriah timur itu membentuk brigade “Female Protection Forces of the
Land Between the Two Rivers” yang didirikan oleh perempuan Kurdi, yang
dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).
“Land Between Two Rivers” adalah sebutan untuk daerah yang terletak antara
Sungai Tigris dan Efrat, di mana di wilayah itu dihuni warga Kristen. Salah
satu komunitas penghuni wilayah itu adalah warga Syriacs, sebuah sekte
kuno Kristen yang anggotanya berdoa menggunakan bahasa Aramic atau Suryani.
Dikutip Mirror.co.uk,
brigade wanita ini memiliki 50 anggota yang mengaku siap perang melawan ISIS.
Milisi yang dilatih di Kota
Al-Qahtaniyeh, pertama kali terlibat pertempuran dengan ISIS ketika bergabung
dengan pasukan koalisi lokal yang terdiri dari pasukan Kurdi, Arab dan milisi
Kristen. Mereka bersatu dalam kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang
baru-baru ini merebut kembali wilayah Al-Hol.
Unit Perlindungan Rakyat Kurdi
(YPG)
Mereka bukan satu-satunya
kekuatan penentang ISIS yang semua anggotanya perempuan. Sebelumnya ada para
perempuan yang bergabung dalam YPG yang mengangkat senjata untuk melawan ISIS.
Kelompok YPG bangkit salah satunya termovitasi keyakinan yang dianut ISIS bahwa
membunuh seorang gadis Kurdi tidak akan membuat kelompok kelompok itu masuk
surga.
Salah satu milisi wanita Kristen
kepada AFP mengatakan suaminya mendukungnya untuk meninggalkan dua
anaknya guna bergabung dalam brigade pemerang ISIS.
Kepada The Guardian,
Babilonia, perempuan berusia 36 tahun dari Suriah ikut bergabung dengan
kelompok inidan mengaku tidak menyesal meninggalkan profesinya sebagai penata
rambut.
Bukan itu saja pengorbanan
Babilonia, dia harus rela meninggalkan kedua anaknya demi memperjuangkan masa
depan anak-anaknya, Limar dan Gabriella.
Bukan hanya rindu, tapi juga
khawatir tentang keadaan anak juga seringkali muncul di benak Babilonia.
“Tapi saya mencoba memberitahu mereka (anak-anaknya) bahwa aku sedang berjuang
untuk melindungi masa depan mereka”, terang Babilonia.
Gereja Katolik Suryani adalah
sebuah gereja Kristen di kawasan Suriah yang memiliki praktik-praktik dan
ritus-ritus yang sama dengan Gereja Ortodoks Suriah. Jumlah mereka sekitar 15 persen
dari 1,2 juta orang Kristen Suriah.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF)
banyak mendapat bantuan senjata dari Amerika Serikat (AS). (H)



No comments:
Post a Comment