Headlineislam.com – Jokowi Widodo menjadi salah satu dari beberapa yang sedang dipertimbangkan untuk menerima gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) yang akan diberikan oleh Insitut Agama Islam Imam Bonjol (IAIN IB) Padang, Sumatera Barat pada acara Dies Natalis IAIN IB ke-50.
“Salah satu agenda dalam rangkaian
acara Dies Natalis nanti adalah pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada tokoh
yang berkontribusi dalam dunia pendidikan dan juga sosial kemasyarakatan,” kata
Rektor IAIN IB, Eka Putra Wirman, Jumat, 22 Juli 2016.
Eka mengatakan nantinya Jokowi
diharapkan untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan hari ulang tahun
emas tersebut.
Akan tetapi hingga saat ini belum
ada keputusan final dari pihak senat institut terkait penerima gelar ini, sebab
selain Jokowi masih ada beberapa nama yang juga sedang dalam pertimbangan.
Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal
Gazahar menolak pemberian gelar tersebut untuk Jokowi, melalui fanspage
resminya Buya Gusrizal menyampaikan pernyataan sikap sebagai Ketum MUI Sumbar :
Kami sudah sampaikan bahwa MUI
tidak bisa mendukung bahkan MUI mempertanyakan ukuran yang dipergunakan untuk
pemberian gelar HC tsb.
Tidak terlihat alasan yang bisa
diterima untuk itu.
Terlalu berlebihan bila label
“karya besar” disematkan begitu saja kepada “karakter” dan “mental” yang
disorakkan oleh yang bersangkutan karena sampai hari ini, semuanya makin
terlihat kabur.
Keadilan kepada umat Islam juga
dipertanyakan.
Jangan sampai karena pertimbangan
politik dan materi semata, si penerima semakin “berkarakter” namun si pemberi
menjadi kehilangan karakter.
“Janganlah jadi latah berjamaah
!”, demikian pernyataan Buya Gusrizal Gazahar. [py/headlineislam.com]



