Headlineislam.com – Ada sejumlah cara untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang saat ini seperti di ujung tanduk. Salah satunya, seperti yang dilakukan mendiang mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, yakni melegalkan perjudian.
Hal itu seperti diutarakan Ketua
Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98), Willy Prakarsa.
"Langkah Alm. Ali Sadikin ini layak diapresiasi dan ditiru dengan
melegalkan perjudian dan ambil pajaknya," ungkapnya dalam perbincangan di
Jakarta, Rabu (20/7).
Menurut dia, kebijakan tersebut
bisa melakukan pembenahan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya
daerah terpencil. "Idealnya bisa ditempatkan di Kepulauan Seribu. Dibalik
itu masih ada mudharatnya terselip nilai maslahat," tutur dia.
"Meski itu tak populis dan
berpengaruh terhadap citranya, tapi Jokowi harus berani melakukan terobosan
itu. Terlepas dari suka atau tidak suka, timbulkan pro atau kontra tetap hal
seperti itu masih kategori dinamika demokrasi."
Willy mengingatkan, sepak terjang
Ali Sadikin yang menerapkan peribahasa 'Yang Ikut Silahkan Naik, yang Tak Anut,
Silahkan Diam' pantas ditiru. Sebab, dengan idenya, Ali Sadikin mendapatkan
hasil pajak perjudian dan prostitusi yang nilainya cukup fantastik. Jakarta
kala itu 80 persen langsung terbangun infrastrukturnya.
"Saya yakin, rakyat akan
mendukung gebrakan konservatif hal seperti ini. Ilustrasinya sederhana, ibarat
kita berada didalam hutan untuk bertahan hidup, sudah pasti perlu makan apa
saja yang kita temui, terlepas makanan tersebut halal ataukah haram, namanya
juga bertahan untuk hidup," terangnya.
Willy melanjutkan, pihaknya merasa
miris dan prihatin dengan kondisi perekonomian saat ini. Mulai dari ludesnya
APBN, pemerintah tidak mampu impor sapi hidup dari negara lain, hingga sapi
bekuan yang diimpor dan dijual Rp 80 ribu/Kg.
"Langkah penggolan UU Tax
Amnesty pun konservatif. Rupiah hilang dari peredaran ditanah air, bisa jadi
uang tersebut lenyap akibat kalah berjudi di Malaysia atau di Singapura. Jadi
yah sudahlah legalkan saja perjudian di Indonesia lalu ambil pajaknya, daripada
uang rupiah kita hilang di negara lain akibat kalah perjudian," tandasnya.
[rmol]


