Headlineislam.com – Niatnya bercanda, enam remaja warga Kampung Sritejokencono, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah (Lamteng), harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Perilaku mereka dinilai melecehkan
agama Islam dengan mem-posting foto yang memeragakan shalat tanpa baju dan
menenteng kotak amal hanya mengenakan celana dalam di Masjid At-Taqwa.
Ketika radarlampung.co.id (grup
pojoksumut.com) mendatangi kediaman para remaja itu, Sabtu (23/7/2016), pintu
rumah tampak terkunci rapat. Bahkan, warga tak mau berkomentar banyak tentang
keenam remaja ini.
“Nggak tahu ke mana, Mas. Rumahnya
terkunci. Masalah yang menimpa keenam remaja itu pun, kami tak tahu ceritanya,”
kata seorang tetangga di sekitar kediaman para remaja itu.
Sedangkan Supri, ketua RT
setempat, juga mengaku tidak tahu permasalahan yang menimpa keenam remaja itu.
“Nggak tahu, Mas. Bukannya menutup-nutupi. Tahunya dibawa Polresta Metro. Tapi,
agar tidak salah paham saya antar ke kediaman Pak Saridi (orang tua salah satu
pelaku),” katanya.
Sementara Pak Saridi menuturkan
apa yang menimpa anaknya diserahkan kepada aparat yang berwajib. “Kalau memang
salah, buat apa dilindungi. Biar ada efek jeranya juga agar bercanda jangan
kelewatan,” kata ayah An.
Sementara seorang pemilik warung
dekat Masjid At-taqwa menuturkan, dirinya sudah mendengar kabar mengehebohkan
itu. “Ya, saya dengar kabar itu. Mungkin maksudnya guyonan, tapi kelewatan.
Foto itu diambil pada bulan puasa lalu. Remaja-remaja itu terkadang begadang di
masjid. Yo, jenenge wae bocah. Ngajine wae pinter-pinter bocah iku (Ya namanya
saja remaja, mengajinya pintar mereka itu),” ungkapnya tak mau disebutkan
namanya.
Berdasarkan informasi yang
didapat, Firman Abadi merupakan mahasiswa perguruan tinggi negeri di Lampung.
Dia tinggal bersama ibunya Hesti yang membuka warung dan ayah tirinya Bagio.
Kemudian Diki merupakan putra dari Yatno; An, putra Saridi; Sr; De, putra
Syamsuddin yang merupakan guru SMPN 1 Sritejokencono, dan Ar, putra Sutik.
Foto-foto yang diunggah di Facebook diambil oleh Ar.
Pantauan di kediaman para remaja
itu tak jauh dari Masjid At-Taqwa. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid
berukuran besar yang berada di pertigaan jalan kampung yang berbatasan dengan
Kabupaten Lampung Timur ini.
Sementara Kapolres Lamteng AKBP
Dono Sembodo menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polresta Metro.
“Kita masih koordinasi dengan Polresta Metro. Karena mereka yang sebelumnya
menangani,” ungkapnya. [sya/adi/jpg/nin/pojoksatu]


