Headlineislam.com
– Sikap diskriminatif, rasis dan
fasis kembali ditunjukan negara-negara Eropa setelah baru-baru ini Yunani
mengajukan protes keras atas pembacaan Al Qur’an yang dilakukan di Hagia Sofia,
Turki, yang sebelumnya adalah sebuah gereja, masjid lalu kemudian dijadikan
museum.
Dalam protesnya, Kementerian Luar
Negeri Yunani menyebut apa yang dilakukan pemerintah Erdogan dengan
mengumandangkan bacaan Al Qur’an di Hagia Sofia adalah tindakan melanggar batas
intoleransi agama dan tidak sesuai dengan demokrasi dan sekularisme yang dianut
Turki.”
Senada dengan pemerintah Yunani,
Partai Demokrasi Baru yang menjadi kelompok oposisi pemerintah menyebut
pembacaan Al Qur’an di Hagia Sophia adalah sebuah tindakan provokatif dan
mengungkapkan kurangnya rasa hormat bagi orang Kristen Ortodoks di dunia.”
Hingga berita ini diturunkan
pemerintah Turki tetap memutuskan untuk melanjutkan pembacaan tadarus Al Qur’an
di Hagia Sophia, dan menganggap protes yang dilancarkan pemerintah, politisi
dan masyarakat Yunani sebagai angina berlalu. (Aljazeera/Ram/eramuslim/headlineislam.com)


