Headlineislam.com – Pengguna
jejaring sosial selama beberapa jam terakhir hari ini telah terlibat dalam
penyebaran berita kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Melalui
Hashtaq berbahasa Arab وفاة_علي_خامنئي#
tweet mengenai kabar tersebut bertengger di puncak tren Twitter lokal Arab
Saudi lebih dari 14 ribu tweet.
Pemimpin Tertinggi Revolusi di
Iran pengganti Khomeini itu dikabarkan meninggal pada Sabtu, setelah
kesehatannya memburuk karena penyakit prostat, dan tidak sembuh dari proses
operasi beberapa bulan lalu.
Orang-orang yang menyebarkan
berita itu mengaitkan sumber berita kematian tersebut kepada kantor berita
Sputnik Rusia, dan beberapa dari mereka menyandarkan beritanya kepada Press
Agency Saudi (SPA).
Sumber mengatakan bahwa Iran masih
menyembunyikan berita kematian itu sampai penerus Khamenei ditunjuk. Namun
kabar tersebut tidak ditemukan setelah ditelusuri dari kedua sumber rujukan dan
juga lembaga resmi Iran, membuat berita itu kemungkinan hanya rumor. Al-Jadeed
TV memperkirakan, rumor tersebut merupakan bagian dari perang media antara
Saudi di satu sisi dan Iran di sisi lain.
Baca juga: Ulama Iran: Rezim Saudi
Akan Jatuh Musim Haji Ini, Ulama Saudi: Itu Mitos
Dari sisi Iran, mengutik Saida
Online, beberapa informasi mengungkapkan adanya konflik besar di Iran tentang
pengganti Khamenei. Kelompok konservatif termotivasi oleh keinginan besar
mereka untuk mencegah mantan presiden Iran Ali Akbar Rafsanjani sampai pada
jabatan tersebut. Mereka mengkritik hubungan Rafsanjani dengan kelompok
reformis. Konflik suksesi ini sudah sampai pada tingkat likuidasi beberapa
pemimpin Garda Revolusi yang mencalonkan diri sebagai pengganti Khamenei.
[kiblat]


