Headlineislam.com
– Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyikapi ditemukannya aplikasi Alquran yang
memuat iklan berbau pornografi dengan cara melakukan sosialisasi kepada
masyarakat setempat.
"Kami sudah sosialisasikan di
dua tempat, yakni di acara pembukaan pesantren kilat di Gedung Korpri Kabupaten
Bogor dan SMAN 2 Cibinong. Bahkan kami ulas secara khusus saat berdialog dengan
ulama-ulama besar yang hadir di sana dan siswa-siswi SMA tersebut," kata
Ketua MUI Kabupaten Bogor Dr KH Mukri Aji saat dihubungi di Cibinong, Jumat
(10/6).
Hal itu dilakukan setelah pihaknya
menerima laporan dari masyarakat tentang adanya iklan berbau pornografi pada
aplikasi Alquran di telepon genggam berbasis android milik warga sekitar Bogor.
Mukri Aji mengatakan semua hal yang berbau porno, baik yang tersiar melalui
internet ataupun terlihat dan terdengar secara langsung, tidak dibenarkan.
"Jangankan untuk remaja yang
belum berpasangan secara resmi (menikah), yang sudah suami isteri saja tidak
betul menonton gambar atau video porno, apalagi sampai adegan panas,"
katanya.
Ia mengatakan 40 orang lebih kiai
yang hadir di dua tempat yang berbeda dan ratusan murid yang ikut hadir di SMAN
2 Cibinong mengaku belum menemukan iklan porno yang melekat pada aplikasi
Alquran. "Meskipun mereka belum pernah menemukan, tapi saya tetap ulas dan
sosialisasikan perlunya agar lebih berhati-hati terhadap aksi porno dalam
bentuk apa pun, apalagi dalam mushaf," jelasnya lagi.
Ia juga memaparkan bahwa di dalam
acara tersebut dirinya mengulas pentingnya filter tayangan di dalam dunia maya.
"Di antaranya saya tanyakan kepada ulama yang hadir, juga siswa-siswi yang
hadir, bagaimana pendapat mereka tentang hal porno baik secara umum maupun yang
berada di internet dan di aplikasi," tambahnya. [republika]


