Headlineislam.com – Pujaan hati akan selalu dikenang, diingat dalam lamunan, dan selalu teruntai dalam doa, berharap Allah akan sandingkan dalam sebuah pernikahan mahligai indah nan halal. Impian seorang wanita yang telah tiba masa untuk menikah atau mungkin lama menjanda dan merindukan untuk kembali menikah, pastilah mulai mendamba sosok lelaki yang mereka impikan.
Yah jatuh cinta itu berjuta
rasanya. Ada tawa kecil yang menggetarkan jiwa, ada senyum yang mengungkap
rasa, dan ada tatapan malu tertahan karena takut dosa, padahal nafsu dalam dada
berkata “Ya Allah izinkan aku melihat wajahnya tanpa sengaja atas takdirmu”.
Keimanan menjadi benteng awal
untuk halangi maksiat. Tanpa keimanan semua akhlak hancur, malu hilang dari
diri dan akal pikiran pun mulai liar. Maka tanpa keimanan, bukan tidak mungkin
kemudian terjadi seperti kebanyakan wanita saat ini yang bergerak tanpa batas
dan hambatan. Kata mereka “semau mau gue dong!” Naudzubillah.
Seorang muslimah yang paham akan
syariah, dirinya akan menjaga batas hubungan dengan lawan jenisnya. Dia lebih
takut akan adzab Allah dibanding dengan kenikmatan semu yang berujung dengan
dosa. Terlebih muslimah fpaham, bila pencarian jodoh diawali dengan pacaran dan
pertemanan bebas lainnya justru akan menjadikan setan tertawa bahagia karena
berhasil menggoda dan menjerumuskan dalam neraka.
Seorang muslimah mengerti,
bagaimana menarik seorang ikhwan pujaan, meski tanpa pacaran. Bukan juga dengan
sihir pelet seperti orang jahiliyah. Tetapi itu semua dicapai dengan untaian
doa yang terus diucap dalam sholat, dzikir dan waktu mustajabah utamanya.
Yah menangis di hadapan Allah itu
lebih indah. Pilihan Allah yang diberikan kepada kita adalah terbaik. Saat kita
sadar akan hal ini, pastilah hati akan ridho ketika Allah menjodohkan kita
dengan seorang pilihanNya.
Menanti datangnya jodoh terkdang
terasa begitu lama. Melihat teman yang sudah sama nikah, melihat mereka
berjalan bergandengan, makan berdua, dan saling tertawa bareng minum es cream
rasanya iri. Hanya saja ketika kita ingat Allah memberikan waktu yang tepat
untuk kita, hati kembali reda.
Muslimah juga wanita biasa,
bernafsu, dan juga banyak dosa. Karena muslimah bukan malaikat akan tetapi juga
bukan setan yang mudah terjebak dosa. Iman, ilmu dan nasehat teman menjadi
pengikat erat agar tak mudah terjerumus dalam buruknya dosa.
Sungguh dalam penantian, kapan
pangeran hati tuk melamar dan bersimpuh kian terasa lama. Hanya saja waktu
selalu diisi dengan halaqoh ilmu, majelis dzikir dan murojaah hafalan, semoga
kian barokah.
Untaian hati ini, semoga menjadi ibroh
untuk semua, agar para ikhwan tahu, betapa muslimah juga sangat mengharapkan
kehadiran para ikhwan yang sholeh yang bisa bertanggung jawab atas keimanan,
kesolehah serta kebahagiaan rumah tangga. Insyaallah


