Headlineislam.com – Adik ipar Ahok, Sunny Tanuwidjaja
diduga ikut terlibat dalam kasus suap reklamasi pantai di teluk Jakarta. Istri
Gubernur DKI Jakarta, Veronica Tan pun keseret kasus yang membelit mantan Ketua
Komisi D M Sanusi.
Nama Sunny sebelumnya disebut oleh
kuasa hukum M Sanusi, Krisna Murti. Ia mengatakan, bahwa Sunny merupakan adik
ipar Ahok. “Iya, ada orang dekat DKI-1. Bukan staf khusus atau staf ahli. Dia
itu masih keluarganya. Adik ipar dia itu,” kata dia.
Krisna bahkan mengatakan, anggota
keluarga yang disebut-sebut bernama Sunny Tanuwidjaja itu sebagai pihak yang
menjembatani pihak ekskutif, pengusaha, dan DPRD DKI Jakarta terkait penetapan
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.
“Kaitannya begini. Dari gambaran
BAP-nya Bang Uci (Sanusi), saya bisa menyimpulkan, jadi kelihatannya tuh antara
eksekutif atau pihak Pemda membahas Raperda dengan pengusaha itu sepertinya si
Sunny ini yang atur, dia yang mangakselerasikan. Dia juga yang masuk ke DPRD.
Semacam koordinator lapangannya lah,” paparnya.
Krisna menuturkan, Sunny lah yang
mengatur pertemuan antara pihak APL dengan kliennya. Termasuk menyampaikan
pesan-pesan dari Ahok.
“Jadi ada komunikasi antara Bang
Uci dengan dia, dengan si Sunny itu. Kapasitas Suni itu sepertinya mewakili
dari pada DKI-1. Ya ada beberapa poin-poin lah dalam perubahan-perubahan atau
pasal berapa pasal berapa. Saya juga kurang paham Raperda itu,” kata Krisna.
Tak hanya Krisna, mantan wakil
gubernur DKI Prijanto yang juga bekas lawan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI lalu,
juga mengaku bertemu Sunny dan Ahok dalam sebuah kesempatan untuk membahas
sebuah masalah yang berkaitan dengan sebuah taman di Jakarta.
Sunny, menurut Prijanto, memiliki
pengaruh karena bisa mengatur pertemuan antara dirinya dengan Ahok dan
Podomoro. “Sunny itu memang staf khusus (Ahok) seperti yang diberitakan
media-media. Ada korelasi antara Sunny, Ahok dan Podomoro,” kata Prijanto di
sebuah acara televise.
Prijanto juga mengungkapkan
mengungkapkan, adanya dugaan korupsi dalam proses pembangunan Taman BMW dan
sudah menyampaikannya lewat orang bernama Sunny.
“Saya katakan kepada Sunny bahwa
pengembang berbohong karena menyatakan luas lahan hanya sebesar 12 hektar,
sedangkan luasnya sebesar 20 hektar,” katanya.
Prijanto, saat itu, memperlihatkan
kepada Sunny soal dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat terkait.
Sepekan kemudian, Sunny
meneleponnya terkait Basuki yang ingin bertemu dengan dirinya.
Dalam pertemuan dengan Basuki
tersebut, Prijanto membeberkan data tentang penipuan yang dilakukan oleh
pengembang. “Besoknya, Pak Ahok menyatakan, tidak ada korupsi dalam pembangunan
Taman BMW,” kata Prijanto.