Istri Ahok Keseret Kasus Korupsi Reklamasi Sanusi - Headlineislam.com - Media Islam Indonesia

Headlineislam.com - Media Islam Indonesia

Portal Media Islam Indonesia

Saturday, 30 April 2016

Istri Ahok Keseret Kasus Korupsi Reklamasi Sanusi



Headlineislam.com Adik ipar Ahok, Sunny Tanuwidjaja diduga ikut terlibat dalam kasus suap reklamasi pantai di teluk Jakarta. Istri Gubernur DKI Jakarta, Veronica Tan pun keseret kasus yang membelit mantan Ketua Komisi D M Sanusi.

Nama Sunny sebelumnya disebut oleh kuasa hukum M Sanusi, Krisna Murti. Ia mengatakan, bahwa Sunny merupakan adik ipar Ahok. “Iya, ada orang dekat DKI-1. Bukan staf khusus atau staf ahli. Dia itu masih keluarganya. Adik ipar dia itu,” kata dia.

Krisna bahkan mengatakan, anggota keluarga yang disebut-sebut bernama Sunny Tanuwidjaja itu sebagai pihak yang menjembatani pihak ekskutif, pengusaha, dan DPRD DKI Jakarta terkait penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

“Kaitannya begini. Dari gambaran BAP-nya Bang Uci (Sanusi), saya bisa menyimpulkan, jadi kelihatannya tuh antara eksekutif atau pihak Pemda membahas Raperda dengan pengusaha itu sepertinya si Sunny ini yang atur, dia yang mangakselerasikan. Dia juga yang masuk ke DPRD. Semacam koordinator lapangannya lah,” paparnya.

Krisna menuturkan, Sunny lah yang mengatur pertemuan antara pihak APL dengan kliennya. Termasuk menyampaikan pesan-pesan dari Ahok.

“Jadi ada komunikasi antara Bang Uci dengan dia, dengan si Sunny itu. Kapasitas Suni itu sepertinya mewakili dari pada DKI-1. Ya ada beberapa poin-poin lah dalam perubahan-perubahan atau pasal berapa pasal berapa. Saya juga kurang paham Raperda itu,” kata Krisna.

Tak hanya Krisna, mantan wakil gubernur DKI Prijanto yang juga bekas lawan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI lalu, juga mengaku bertemu Sunny dan Ahok dalam sebuah kesempatan untuk membahas sebuah masalah yang berkaitan dengan sebuah taman di Jakarta.

Sunny, menurut Prijanto, memiliki pengaruh karena bisa mengatur pertemuan antara dirinya dengan Ahok dan Podomoro. “Sunny itu memang staf khusus (Ahok) seperti yang diberitakan media-media. Ada korelasi antara Sunny, Ahok dan Podomoro,” kata Prijanto di sebuah acara televise.

Prijanto juga mengungkapkan mengungkapkan, adanya dugaan korupsi dalam proses pembangunan Taman BMW dan sudah menyampaikannya lewat orang bernama Sunny.

“Saya katakan kepada Sunny bahwa pengembang berbohong karena menyatakan luas lahan hanya sebesar 12 hektar, sedangkan luasnya sebesar 20 hektar,” katanya.

Prijanto, saat itu, memperlihatkan kepada Sunny soal dugaan pemalsuan tanda tangan pejabat terkait.

Sepekan kemudian, Sunny meneleponnya terkait Basuki yang ingin bertemu dengan dirinya.

Dalam pertemuan dengan Basuki tersebut, Prijanto membeberkan data tentang penipuan yang dilakukan oleh pengembang. “Besoknya, Pak Ahok menyatakan, tidak ada korupsi dalam pembangunan Taman BMW,” kata Prijanto.