JAKARTA
(Headlineislam.com) – Direktur Pendidikan
Diniyah dan Pondok Pesantren dari Kemenag, DR Mohsen MM mengungkapkan
bahwa pondok pesantren yang sah di bawah Kemenag tidak ada yang
mengajarkan paham radikalisme. Hal ini ia katakan.
“Kami
sejak awal mengatakan, bahwa tidak ada ponpes di bawah Kemenag itu, yang
mengajarkan paham-paham radikal.” ujarnya kepada Kiblat.net
saat menanggapi pemberitaan BNPT yang mensinyalir 19 ponpes terkait
radikalisme, Rabu siang (10/02).
Ia
juga mengatakan, jika benar ada ponpes yang melakukan tindakan
radikalisme, ia menyarankan seharusnya dikaji lebih mendalam lagi.
Mohsen berpendapat bahwa hal itu bisa jadi hanyalah oknum-oknum tertentu.
“Kalaupun
misalnya kemudian ada yang mengatasnamakan ponpes, nah ini yang perlu kita
selidiki. Apa benar hal itu.” ujarnya.
Ia
berpesan agar BNPT tidak gegabah dalam upaya deradikalisasi, dengan menyebut 19
pesantren mengajarkan radikalisme.
“Kami
yakin dan percaya, bahwa ponpes yang terdaftar di Kemenag adalah ponpes yang
betul-betul memiliki komitmen keindonesiaan.” pungkasnya. (kt/headlineislam.com)



No comments:
Post a Comment