Jakarta (Headlineislam.com) –
Keberadaan ISIS di bumi Indonesia mulai tercium oleh Densus 88. Mereka yang
terduga terlibat anggota ISIS berjumlah 70 orang dan ini diketahui setelah
kepulangannya dari Suriah. Dan keberadannya sudah dipetakan dan akan dipantau.
“Keberadaan mereka
sudah dipetakan. Mereka juga diawasi. Dipantau Densus 88," kata Kapolri
Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2015).
Kapolri belum bisa
memastikan mereka berbahaya atau tidak. Yang pasti, tambah Badrodin,
gerak-gerik mereka terus diawasi. Polri tak mau kecolongan.
"Bisa saja suatu
saat (mereka) berubah pikiran (menjadi anarkis)," kata jenderal polisi
bintang empat itu.
Kapolri memastikan,
sejauh ini mereka yang baru kembali dari Suriah, belum berulah. Sebaliknya,
kepolisian mendeteksi teror dilakukan warga asing. Tapi, Badrodin belum
mengungkap identitas peneror.
"Ada tujuh.
Empat kita tangkap, tiga belum tertangkap," ujar Badrodin.
Awal pekan ini,
Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso menyebut, 100 dari 300 warga
Indonesia telah kembali dari Suriah. Di sana, mereka jadi anggota ISIS.
Reporter : Desi R │
Editor : Arham │ Headlineislam.com



No comments:
Post a Comment