Oleh: Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Peradaban
Islam telah menyinari ujung-ujung dunia. Cahayanya menyebar di tiap jengkal
wilayah yang pernah dimasukinya. Di antara kisah yang menarik tentang keagungan
Islam dan betapa besar peradabannya adalah kisah Islam di India. Negeri dimana
syiar Islam tegak kokoh dalam kurun yang lama. Masyarakat hidup dalam keimanan
dan keamanan. Serta keadilan dan kebaikan.
Geografi India
Pertama-tama,
kita harus mengetahui geografi India. Karena India dalam sejarah Islam berbeda
dengan India yang kita kenal pada hari ini. Dalam istilah sejarah Islam, India
adalah suatu wilayah yang saat ini meliputi beberapa negara. Yaitu: India,
Pakistan, Bangladesh, Srilanka, dan Maladewa. Inilah wilayah India yang dimaksud
dalam pembahasan kita. Wilayah yang sebelah selatannya berbatasan dengan
Pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pegunungan Hindukus dan
Sulaiman, yang terletak di wilayah Afghanistan dan Iran. Di sepanjang
perbatasan utara, wilayah India berbatasan dengan semenanjung Laut Arab dan
Teluk Bengal.
India Pra Islam
Sebelum
datangnya Islam, kemerosotan akhlak, nilai-nilai kemasyarakatan, dan keyakinan
sangat jelas terlihat. Kemunduran pilar-pilar kemasyarakatan ini tampak sedari
abad ke-6 masehi. Ditandai dengan banyaknya sesembahan dan Tuhan. Tersebarnya
perzinahan. Nafsu syahwat diumbar tak terarah. Ketimpangan lingkungan sosial.
Dan meratanya ketidak-adilan (Madza Khasara al-Alam bi Inhithath
al-Muslimin oleh Abu Hasan an-Nadwi, Hal: 88).
Di
masa-masa itu, begitu banyak agama dan kepercayaan di India. Yang terbesar
adalah Hindu, Kemudian Budha. Di sana juga terdapat sedikit orang-orang Nasrani
dan Yahudi (Tarikh al-Islam fi al-Hind oleh Abdul Mun’in Namr, Hal:
24).
Sulit
untuk menentukan kapan pertama kalinya terjadi kontak antara masyarakat India
dengan orang-orang Arab Islam. Hanya saja dapat diketahui bahwa kontak budaya
mereka dimulai dengan adanya perniagaan. Kapal-kapal Arab singgah di banyak
pelabuhan India. Bahkan sampai ke Teluk Bengal dan negeri-negeri Melayu.
Termasuk Indonesia. Sehingga bisa kita temukan perkampungan Arab di
wilayah-wilayah tersebut.
Mengenal Islam
Wilayah-wilayah
India; India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, dan Maladewa merupakan komunitas
terbesar agama Hindu dan Budha. Ada beberapa berita yang menyebutkan bahwa
kontak dunia Islam dengan wilayah India telah terjadi sejak zaman Nabi ﷺ.
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah mengirim surat kepada raja India, Raja
Malipar. Beliau ﷺ menawarkan Islam kepadanya. Ada pula riwayat yang menyebutkan
bahwa Raja Kudunglur (Arab: كدنغلور) mengunjungi Nabi ﷺ di Madinah.
Kemudian
di masa Khalifah Rasyidin, utusan-utusan Islam telah mencapai Bombay. Dan di
masa Muawiyah, raja pertama dalam Islam ini pernah mengirim pasukan ke wilayah
Sindh. Seiring waktu, kontak dengan wilayah India kian menemui puncaknya. Pada
masa Abdul Malik bin Marwan, Muhammad bin Qasim datang ke India. Ia memerangi
orang-orang India yang menyandera kaum muslimah. Mulailah wilayah-wilayah India
dibebaskan. Islam pun diterima masyakarat dan tersebar di sana.
Di
masa berikutnya, Umar bin Abdul Aziz menyurati beberapa raja India. Di antara
mereka ada yang menerima Islam. Kemudian disempurnakan oleh Hisyam bin Abdul
Malik yang berhasil menstabilkan wilayah India.
Di
awal kekuasaan Daulah Abasiyah, terjadi kerusuhan di negeri Hindustan ini.
Kemudian Khalifah Harun al-Rasyid mengangkat sejumlah gubernur bergantian
memimpin wilayah Sind hingga wilayah India pun tunduk kepada kekhalifahan di
Baghdad.
Ketika
kekhalifahan mulai melemah, orang-orang India tunduk kepada orang-orang Samani.
Salah satu kepercayaan yang meyakini bahwa air dan api adalah bendak suci.
Hingga datang Mahmud Ghaznawi. Islam pun kembali Berjaya. Sampai-sampai raja
wilayah Kasymir pun memeluk Islam melalui perantaranya.
Setelah
era Dinasti Ghaznawi, India dikuasai oleh orang-orang Dinasti Saljuk. Kemudian
Turkman. Setelah itu orang-orang Ghuri. Lalu berganti lagi dikuasai orang-orang
Mamalik. Dinasti Mamluk berhasil menjaga India dari serangan Mongol. Setelah
itu, India dikuasai oleh Dinasti Khilji yang merupakan orang-orang Turk.
Beberapa
lama dikuasai pihak luar, akhirnya orang-orang India kembali memerintah di
daerah mereka. Pada masa ini wilayah India terpecah menjadi enam negara. Namun
Dinasti Lodi berhasil menyatukannya kembali. Ketika kekuasaan Dinasti Lodi
melemah, muncullah Dinasti Mughal. Yang kemudian menjadi salah satu kerajaan
Islam terbesar di abad pertengahan. Namun sayangnya, kerajaan ini pula yang
menjadi penguasa muslim terakhir di wilayah India yang luas ini.
Raja
Mughal yang terkuat adalah Raja Jalaluddin. Kekuasannya meliputi seluruh
wilayah India, kecuali wilayah ujung selatan. Wilayah selatan ini dikuasai oleh
raja-raja Bijapur dan Kalinga yang telah menerima Islam pula. Pada saat itu, muncul
seorang Indian yang bernama Vijayankir (Arab: فيجايانكر). Ia berobsesi
menyatukan seluruh agama yang ada di India menjadi satu aliran kepercayaan.
Dari sini kita ketahui, isu pluralism agama adalah sebuah pemikiran lama yang booming
kembali di abad modern ini.
Di
pesisir barat India, orang-orang Portugal mulai menunjukkan ambisinya. Belanda
menyimpan obsesi. Dan Perancis turut bergerak. Inggris pun merangkul mereka.
terbentuklah sebuah perserikatan dagang Inggris di India. Muncullah took-toko
kecil. Kemudian dijaga oleh orang-orang Inggris. Dari sini terbentuklah militer
yang kemudian. Mulailah terjadi ketegangan antara pribumi, dengan penjajah
Kristen Eropa.
Muncullah
gerakan jihad di tanah Hindustan. Inggris pun mulai memainkan tipu muslihat
dengan berusaha memecah belah kelompok-kelompok jihad. Mereka mengadakan
konspirasi pemecah belah dengan menyerukan agar India lepas dan bebas dari
pengaruh asing. Orang asing di sini maksudnya adalah pendatang Islam yang sudah
mendarah daging dengan penduduk setempat.
Sama
halnya dengan seruan saat ini, kampanye pemisahan budaya Arab dan budaya lokal
begitu deras dihembuskan. Padahal dari beberapa contoh yang disebutkan tentang
budaya Arab adalah Islam itu sendiri.
Akhirnya,
India pun jatuh ke tangan penjajah Inggris.
Untuk
membela kepentingan Islam, kaum muslimin mendirikan Hizb Rabithah al-Islamiyah
(Muslim League). Dibuatlah sebuah media cetak agar suara umat Islam
kian cepat tersebar. Pada perang dunia pertama, umat Islam dijanjikan
kemerdekaan. Namun janji tersebut tidak ditepati. Terjadilah gejolak. Hizb
Rabithah al-Islamiyah menuntut agar umat Islam dimerdekakan dan membentuk
negara Pakistan. Akhirnya parlemen Inggris mengizinkan umat Islam mendirikan
negara Republik Islam Pakistan.
Pada
15 Agustus 1947, Inggris menyerahkan kekuasaan secara terpisah kepada India dan
Pakistan. Deklarasi kemerdekaan tersebut mengakibatkan perpindahan penduduk
besar-besaran. Sekitar 6 juta pemeluk Hindu dan Sikh keluar dari Pakistan
menuju India. Dan kurang lebih 8 juta umat Islam bermigrasi dari India menuju
Pakistan.
Sejak
saat itu, terbagi-bagilah wilayah India seperti yang kita lihat sekarang ini.
India, Pakistan yang kemudian juga terpecah dan muncullah Bangladesh. Umat
Islam kurang lebih berkuasa selama 5 abad di wilayah ini. Suka dan duka,
kemajuan dan kemunduran, damai dan perang, silih berganti menulis sejarah
perjalanan wilayah ini.
Rujukan:
Kisahmuslim.com



No comments:
Post a Comment