١. مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ
حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيهَا،
٢. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ
الشُّكْرَ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى،
٣. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ، زَادَهُ اللَّهُ
الْكِبْرَ، وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ،
٤. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ
الْجَهْلَ، وَالشَّهْوَةَ، وَالْمَيْلَ إِلَى عُقُولِهِنَّ،
٥. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ، زَادَهُ اللَّهُ
اللَّهْوَ وَالْمِزَاحَ،
٦. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ، زَادَهُ اللَّهُ
الْجُرْأَةَ عَلَى الذُّنُوبِ، وَالْمَعَاصِيَ وَالْإِقْدَامَ عَلَيْهَا، وَالتَّسْوِيفَ
فِي التَّوْبَةِ،
٧. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ، زَادَهُ اللَّهُ
الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَاتِ وَاجْتِنَابَ الْمَحَارِمَ،
٨. وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ
الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ.
“Barangsiapa sering bergaul dengan
8 tipe orang berikut, Allah akan menambahkan 8 hal untuknya :
1. Barangsiapa sering bergaul dengan
orang-orang kaya,Allah akan menambahkan rasa cintanya terhadap dunia.
2. Barangsiapa sering bergaul dengan
orang-orang miskin, Allah akan menambahkan rasa syukur dan rela terhadap
pembagian Allah.
3. Barangsiapa sering bergaul dengan
penguasa, Allah akan menambahkan rasa sombong dan hati yang keras.
4. Barangsiapa sering bergaul dengan
para wanita, Allah akan menambahkan kebodohan, syahwat dan cara berpikir
seperti wanita.
5. Barangsiapa sering bergaul dengan
anak-anak kecil, Allah akan menambahkan permainan sia-sia dan canda tawa.
6. Barangsiapa sering bergaul dengan
orang-orang fasik, Allah akan menambahkan keberanian untuk melakukan dosa dan
maksiat serta menunda-nunda taubat.
7. Barangsiapa sering bergaul dengan
orang-orang shalih, Allah akan menambah rasa cintanya kepada ketaatan dan
menjauhi hal-hal yang diharamkan.
8. Barangsiapa sering bergaul dengan
para ulama, Allah akan menambahkan ilmu dan waro (menjauh dari perkara samar).
Rasulullah Shallallahu alaihi
wa salam bersabda:
«الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ؛ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ
يُخَالِلُ»
“Seseorang akan cenderung
mengikuti cara hidup temannya. Maka hendaknya setiap orang memperhatikan siapa
yang ia jadikan sebagai temannya.”