![]() |
| Illustrasi |
Islam ketika membuat sebuah
larangan pastinya juga akan memberikan solusinya, termasuk dalam perkara
pacaran ini. Pada ajaran agama Islam, rupanya juga dikenal istilah “pacaran
islami”. Bagaimana yang dimaksud dengan “pacaran islami” ini? Berikut
penjelasannya.
Pacaran islami yang dimaksud
adalah pacaran yang dilakukan setelah menikah. Kembali ke pengertian pacaran
menurut KBBI, “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan
mencapai apa yang disenangi mereka”. Apabila hal tersebut dilakukan oleh
pasangan yang belum menikah, tentu saja akan dihukumi haram karena berpotensi
melakukan perbuatan zina.
Sedangkan, apabila pasangan
tersebut sudah “sah”, maka hukum ini tidak lagi berdosa, bahkan berpahala. Nabi
Muhammad SAW mengatakan, bahwa kemesraan yang dilakukan antara suami dan istri
adalah termasuk sedekah dan mendapatkan pahala.
Pacaran dalam hukum islam sangat
dilarang. Yang diperbolehkan adalah Ta'aruf, namun ini juga masih sering
diperbincangkan. Pacaran dalam islam (Ta'aruf) ini, ada banyak batasannya.
Batasan dalam berpacaran menurut hukum islam diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Tidak melakukan perbuatan yang
dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, Di antara perbuatan tersebut
seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan
termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.
2. Tidak menyentuh perempuan yang
bukan muhrimnya karena sudah ada hukum islam nya.
3. Tidak berduaan dengan lawan jenis
yang bukan muhrimnya, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.
4. Harus menjaga mata atau pandangan
kita ke pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya
hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan
zina.
5. Menutup aurat Sangat diwajibkan
kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang
mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya.
Jadi kita sebagai kaum muda harus
berhati-hati dalam menentukan tindakan, dan sebagai orang tua harus mampu
mengawasi anak-anaknya agar berada di jalan yang lurus. Semoga bermanfaat dan
bernilai pahala. Aamiin. (wb/headlineislam.com)



No comments:
Post a Comment