Headlineislam.com
– Dalam menyikapi peristiwa pembakaran Vihara di Tanjung Balai, Sumatera Utara,
pemerintah dan aparat keamanan harus bertindak bijak dan proporsional.
"Yang
harus digaris bawahi pemicunya itu adalah tindakan warga minoritas yang arogan
dan tidak toleran serta melanggar aturan dan kesopanan disana. Dia wajib
ditindak agar kericuhan tidak terulang lagi dan menyebar di wilayah lain,"
ujar sekretaris Pusat Ham Muslim Indonesia (Pushami) Aziz Yanuar, SH kepada Suara Islam Online, Selasa (2/8/2016).
Menurutnya,
untuk mengatasi konflik horizontal itu kuncinya dengan menegakkan keadilan dan
proporsional. "Jika itu tidak dilakukan maka pemerintah sudah menabur benih
perpecahan dan kerusuhan yang akan meledak lebih besar lagi suatu hari
nanti," jelasnya.
Kata
Aziz, selama 71 tahun Indonesia merdeka, tidak pernah ada yang protes adzan
berkumandang, baru sekarang ada. "Ini artinya bukan adzan dan speakernya
yang jadi masalah, tetapi mereka yang mulai menyerang ajaran Islam,"
terangnya.
"Dan
kalau masalah speaker ini diakomodir maka pasti mereka akan minta diakomodir
masalah lainnya seperti misalnya waktu jumatan dibatasi atau hari raya Idul
Adha dilarang memotong hewan kurban seperti di Jakarta. Waktu bulan puasa
kemarin masalah penutupan warung itu juga bagian dari 'test water' dari mereka
yang anti Islam," tambahnya. [SI-Online]


