Headlineislam.com – Oscar Morel, 35, tersangka
pembunuh imam masjid di Queens, New York, Maulama Alkonjee, 55, telah ditangkap
kemarin. Polisi New York tidak menyebut pembunuhan itu sebagai aksi “terorisme”
dan motif pembunuhan belum juga terungkap.
Alkonjee dan asistennya, Thara
Uddin, 64, meninggal setelah ditembak dengan pistol di kepala bagian belakang.
Penembakan terjadi Sabtu lalu, ketika keduanya meninggalkan Majid Jame
Al-Furqan, di Queens, usai menjalankan ibadah salat.
Polisi New York ragu jika kedua
korban dibunuh karena iman mereka. Polisi bahkan menduga, kasus ini sebagai
upaya perampokan. Meski anehnya, uang ribuan dolar yang dibawa Alkonjee tidak
diambil pelaku setelah beraksi.
Oscar Morel, diketahui berasal
dari Brooklyn. Belum terungkapnya motif pembunuhan ini, spekulasi telah
menyebar luas di media AS, di mana ada yang meyakini Morel seorang pembunuh
bayaran.
Polisi mengatakan pistol yang
ditemukan diyakini sebagai senjata yang digunakan untuk membunuh Alkonjee dan
asistennya. Pakaian Morel juga cocok dengan deskripsi tersangka. Morel telah
didakwa melakukan pembunuhan ganda.
Dalam konferensi pers hari Senin
15 Agustus 2016, polisi menunjukkan sosok Morel, namun pria itu tidak menjawab
setiap pertanyaan wartawan.
Meskipun spekulasi sudah menyebar,
ada lima fakta terkait Morel dan pembunuhan terhadap Alkonjee. Berikut lima
fakta itu.
1. Morel Ditangkap setelah
Mobilnya Dilacak
Tersangka melarikan dari lokasi
penembakan Alkonjee secara tergesa-gesa. Mobilnya menabrak pengendara sepeda
yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Dari keterangan pengendara sepeda inilah,
polisi membuat deskripsi tersangka dan melacaknya.
Polisi menangkap tersangka ketika
melihat mobil yang dikemudikan Morel sama dengan deskripsi yang diceritakan
pengendara sepeda, yakni mobil GMC sport warna hitam. Morel diperintagkan
menyerah dengan todongan senjata.
Dalam sebuah wawancara dengan The
New York Times, putra tertua Akonjee mengatakan bahwa keluarganya ingin tahu
motif pembunuhan, termasuk dugaan apakah Morel seorang pembunuh bayaran atau
bukan.
2. Morel Tinggal di Apartemen
Bawah Tanah dan Terkait Narkoba
Pada konferensi pers, para pejabat
polisi mengatakan bahwa Morel bekerja di sebuah gudang. Dia tinggal di sebuah
apartemen bawah tanah di Brooklyn. Menurut The New York Daily News, Morel
sebelumnya bermasalah dengan hukum atas tuduhan pelanggaran narkoba.
Pistol yang diduga digunakan untuk
beraksi ditemukan di ronggal dinding di apartemen Morel. Video rekaman yang
diambil saat itu imam Alkonjee dan asistennya ditembak menunjukkan tersangka
menarik pistol sambil berjalan di belakang kedua korban. Sesaat kemudian, kedua
korban tersungkur ke tanah.
3. Keluarga Morel Pernah Benci
Muslim saat Tragedi 9/11
Saudara Morel, Alvin, berbicara
kepada The New York Daily News, bahwa dia tertegun.”Ini bukan seperti dia. Saudara saya adalah orang yang
baik. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” katanya.
Alvin Morel mengatakan, bahwa ibu
mereka menderita kanker, dan satu-satunya faktor penyebab keluarganya benci
pada Muslim karena perisitiwa serangan 11 September 2001 atau 9/11.”Selain itu,
kami tidak pernah merasa ada kebencian,” katanya.
Di Facebook, Alvin Morel
mengungkapkan keterkejutannya. Dia juga pernah mem-posting foto Donald Trump di
dinding Facebook tanpa menuliskan komentar.
Putra Alkonjee ini, Naim,
mengatakan kepada Fox News bahwa ayahnya bekerja di Bronx sebagai imam sebelum
melayani dua masjid di Queens. ”Dia selalu menginginkan perdamaian," kata
Naim.”Mengapa mereka membunuh ayah saya?.”
4. Wali Kota dan Ribuan Warga New
York Berduka untuk Alkonjee
Akonjee dan Uddin disemayamkan
pada hari yang sama ketika penangkapan Morel diumumkan. Ribuan warga, termasuk
Wali Kota New York Bill de Blasio dan Komisaris Polisi William Bratton hadir di
pemakaman Alkonjee. “Dua orang yang baik,” kata de Blasio.
Orang-orang di tempat kejadian
pembunuhan menyalahkan retorika politik selama kampanye Pemilu Presiden. Para
warga kecewa dengan retorika anti-Muslim para politisi AS yang mereka anggap
berkontribusi atas kasus ini.
5. Tersangka Tidak Dicap “Teroris”
oleh Polisi
Polisi New York tidak menganggap
kasus pembunuhan Alkonjee dan asistennya sebagai kasus terorisme. Polisi bahkan
belum mengetahui motif pembunuhan meski sudah menangkap Morel. Polisi
memastikan, pelaku pembunuhan Alkonjee adalah tunggal. Morel didakwa melakukan
pembunuhan ganda, meski motifnya masih misterius. [sindonews/jurnalmuslim/headlineislam.com]


No comments:
Post a Comment