Headlineislam.com – Dulu, salah
seorang pentolan ISIS di indonesia dari banjar patroman ciamis bernama Fauzan
Al-Anshari berteriak-teriak menantang saya bermubahalah. Ia mendoakan laknat
atas saya terkait Daulah Islamiyyah ciptaan Al-Baghdadi.
Betikut kurang lebih Shighoh/Lafadz
Mubahalah yang di ucapkan Fauzan Al-Anshari:
"Jika At-Thuwailibi (yang
menuduh Daulah sesat dan khawarij) itu berdusta, maka semoga ia segera mati di
sambar petir. Namun jika Daulah itu benar-benar sesat dan khawarij sebagaimana
tuduhan si At-Thuwailibi, maka semoga Allah segera mengancurkan dan mematikan
para petingginya. aamiin.."
-selesai-
Dengan penuh keyakinan dan setelah
meminta nasehat sejumlah asatidz, saya pun meng-aminkan doa Fauzan Al-Anshari
dan menjawab sumpah mubahalahnya. Lalu, kurang lebih 8 bulan setelah
mempublikasikan lafadz mubahalahnya itu, Fauzan Anshari justru di sambar
malaikat maut.
Dulu, juru bicara ISIS bernama Abu
Muhammad Al-Adnani secara resmi menantang mubahalah kepada siapa saja yang
mengingkari Daulah Sesat Al-Baghdadi dan menganggapnya khawarij.
Berikut kutipan lafadz/shighoh
mubahalah Abu Muhammad Al-Adnani (jubir ISIS):
"Ya Allah.. Jika Daulah
Islamiyyah (Iraq dan Syam) ini Daulah Khawarij, Musnahkanlah Eksistensinya,
Bunuh-lah petinggi-petingginya, Jatuhkanlah panji/bendera-nya,tunjukanlah
prajuritnya kepada Al-Haq. Aamiin "
-selesai-
Alhamdulillah, kebenaran
tetungkap. Allah pun menerima doa dan sumpah mubahalah Abu Muhammad Al-Adnani
(jubir ISIS).
Al-Adnani yang menjabat sebagai
Amir Syam dalam organisasi ISIS itu, kini telah TEWAS. Ia tewas menyusul
petinggi ISIS lainnya bernama Abu Umar Asy-Syisyani. Berita ini di rilis oleh
medis ISIS/IS sendiri, Al-A'maq.
Singkat kata, jika berita tewasnya
Al-Adnani yang di rilis oleh media ISIS ini benar, maka doa dan sumpah
mubahalah Al-Adnani (petinggi ISIS) di kabulkan oleh Allah:
- Bunuhlah para petingginya.
- Tunjukkanlah prajuritnya kepada
Al-Haq.
Aamiin...
Doa dan sumpahmu telah Allah
terima..
Selamat tinggal Al-Adnani..
Selamat jalan Al-Adnani.
✍ Maaher At-Thuwailibi





No comments:
Post a Comment