Headlineislam.com – Perdana Menteri Zionis Israel,
Benjamin Netanyahu, mengundang Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk
mengadakan pertemuan langsung, salah satunya untuk membahas proses perundingan
damai yang terhenti sejak tahun 2014.
Ajakan ini diumumkan kantor
kabinet Perdana Menteri Zionis Israel pada hari Minggu (21/08) sore, sebelum
beberapa jam serangan 30 bom ke wilayah Jalur Gaza pada tengah malam, seperti
dilansir Sputnik.
“Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu mengundang Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk mengadakan
pertemuan langsung tanpa prasyarat, membahas perundingan yang telah terhenti
sejak awal tahun 2014,” ujar kantor kabinet Perdana Menteri Zionis Israel.
Dalam undangannya, penjajah Zionis
Israel meminta tidak adanya pertemuan pendahuluan untuk membahasa kelanjutan
perundingan damai, termasuk pengajuan prasyarat pertemuan yang diminta pihak
Palestina.
Dalam konteks terkait, sejumlah
pengamat politik Palestina menduga undangan pertemuan langsung
Palestina-penjajah Zionis Israel bertujuan untuk menggagalkan proses pemilu
lokal Palestina yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.
Para pengamat menyebut kehadiran
dan kemenangan Hamas dalam pemilu lokal dinilai sangat membahayakan bagi
keberadaan penjajah Zionis Israel, khususnya di kawasan Tepi Barat dan Al Quds,
dan pejuangan kemerdekaan Palestina dalam konteks yang lebih besar.
Perlu diketahui bahwa Tel Aviv
dengan sikap terbuka menyatakan akan ikut campur dalam pemilu lokal Palestina,
khususnya untuk memenangkan Otoritas Fatah yang dinilai sebagai satu-satunya
mitra strategis bagi penjajah Zionis Israel. [era/headlineislam.com]



No comments:
Post a Comment