Headlineislam.com – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bercerita soal keengganannya menghadiri undangan acara di masjid-masjid Jakarta. Hal apa yang membuatnya ogah hadir di acara di masjid-masjid?
"Saya bukan mau menghindari
datang ke bapak ibu. Kadang-kadang wali kota ngajak gitu ya, ke masjid
ini-masjid ini," kata Ahok di Yayasann Al Wathoniyah Asshodriyah 9, Jl
Penggilingan No 36, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (23/7/2016).
Soalnya, kehadirannya di masjid
rawan mendapat cap 'kampanye' jelang Pilgub DKI 2017. Meski belum memasuki
kampanye, namun atmosfer jelang Pilgub DKI memang sudah mulai memanas mulai
sekarang.
"Saya suka bilang,
'Janganlah.' Kenapa? Masa kampanye aku males," kata Ahok.
Ahok berbicara di depan seratusan
hadirin dalam acara halal bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota
Administrasi Jakarta Timur dan silaturahim pemuka agama dan umara. Ada Ketua
MUI Jakarta Timur Ahmad Sodri yang hadir, selaku tuan rumah tempat ini juga.
Meski sering malas memenuhi
undangan ke masjid-masjid, Ahok mengaku tetap menyumbang pembangunan masjid.
Sumbangan yang dia berikan ke pembangunan masjid haruslah untuk masjid yang
memang memerlukan suntikan dana.
"Saya suruh orang saya intip,
jamaahnya naik mobil apa? Mobil mewah, nyumbangnya Rp 5 ribu salat Jumat. Ini
mah tidak dikasih duit, tapi perlu dikasih tausiyah, kirim kiai, khotbahin,"
kata Ahok disambut tawa. [Detik]


