Headlineislam.com
– Presiden Joko Widodo turut memberi
sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur'an (turunnya Al-Qur'an) di Istana Negara.
Dalam sambutannya, Jokowi bicara soal peran Al-Qur'an dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.
"Pada malam Nuzulul Qur'an,
pada malam turunnya pedoman umat manusia, pada malam turunnya tuntunan umat
manusia, yaitu Al-Qur'an, kita diingatkan untuk semakin bersemangat untuk
bertadarus, untuk semakin khusuk bersalat tahajud, untuk semakin lama i'tikaf di
masjid, dan untuk semakin mempertebal kesalehan sosial kita," ucap
Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan di Istana
Negara, Jakarta, Selasa (21/6/2016). Hadir wapres Jusuf Kalla, anggota Kabinet
Kerja, pimpinan lembaga negara, duta besar negara sahabat dan tokoh lainnya.
Jokowi memaparkan, Al-Qur'an
diturunkan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW agar menjadi rahmat bagi
semua umat, agar menjadi sumber segala ilmu pengetahuan, dan agar membimbing
manusia menjadi lebih baik.
"Dulu Rasulullah SAW memakai
nilai universalitas Al-Qur'an untuk mentransformasi bangsa Arab menjadi beradab
dan berkemajuan. Sekarang kita perlu tuntunan Al-Qur'an untuk menata kehidupan
bangsa Indonesia agar lebih maju, lebih toleran, dan bebas dari
kemiskinan," kata Jokowi.
"Sampai sekarang negara kita
Indonesia belum lepas dari masalah-masalah kemiskinan, masalah ketimpangan,
ketimpangan sosial, ketimpangan antar wilayah dan sampai sekarang wilayah
Indonesia dari Sabang sampai Merauke belum terhubung dengan baik,"
imbuhnya.
Padahal kata Jokowi, Al-Qur'an
mengajarkan manusia untuk saling mengenal (ta'aruf), saling memahami (tafahum),
dan saling bekerjasama tolong menolong dalam semua aspek kehidupan (taawun).
"Al-Qur'an mengajarkan kita
untuk bekerja keras guna mengubah nasib kita, mengubah nasib bangsa kita
Indonesia. Al-Qur'an mengajarkan kita untuk sabar, tawakkal, belajar ilmu
pengetahuan, optimis, kreatif agar kita bisa menjadi bangsa pemenang,"
lanjut Jokowi.
Oleh sebab itu, sebagai upaya
untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong investasi, pemerintah sekarang fokus
melakukan deregulasi aturan-aturan yang menghambat pembangunan ekonomi nasional
dan membangun infrastruktur.
"Saya yakin apabila kita
bersandar terus pada tuntunan Al-Qur'an, in syaa Allah di ujung jalan, di ujung
jembatan, di ujung pelabuhan Indonesia, akan menjadi lebih baik. Indonesia akan
bebas dari kemiskinan, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, bangsa yang
bahagia lahir dan bathin," ucap Jokowi.
"Ya Allah hanya kepada-Mu
kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan," tutup
Jokowi. [detik]


