Headlineislam.com – A : “istrimu
cantik ya?”
B : “na’am, dia memang cantik”
A : “matanya indah, membuat hatiku
berdebar, lalu bibir nya,” dan seterusnya
B : “Jaga pandanganmu! Dia
istriku!”
A : “Aku punya foto-foto dia,
beragam gaya pula!”
B : Darimana kau dapatkan? Setauku
sudah kuhapus semua foto istriku di medsos. “Cepat hapus, jangan dipandangi,
apalagi jadi bahan khayalan!”
A : “Bayar dulu, hahahaha. Siapa
suruh DULU memajang foto fotonya. Ku ingatkan ya, cantik istrimu bukan untukmu
saja. Bisa jadi banyak laki laki yang melakukan hal yang sama dengan yang aku
lakukan, atau mungkin lebih parah lagi. Dosa di jaman sekarang tidak cukup
dengan tobat. Allah memiliki catatan & rekaman. DAN JANGAN LUPA orang-orang
kafir pun juga punya makar jahat, dengan fasilitas yang semakin mudah membuat
mereka bisa menyimpan aib/aurat siapapun!”
B : “Astaghfirullah. OK aku bayar
berapapun, kau minta berapa?”
A : “Beneran mau bayar?”
B : “iya mau! Bahkan jika aku
harus mendatangi semua laki-laki yang mempunyai foto istriku lalu menebusnya.
Aku sangat mencintainya, tidak akan kubiarkan dia tersiksa karena masa
lalunya!”
A : “Romantisnya…”
B : “cepat katakan berapa maumu!”
A : “Wahai saudaraku, bagaimanapun
istrimu dia tetaplah saudariku. Kita memiliki Pencipta yang sama, yaitu Allah.
Kita pun pasti memiliki masa lalu yang pahit. Aku tidak akan membebanimu karena
masa lalu istrimu. Aku hanya meminta, jagalah ia, didiklah ia dengan penuh
kesabaran dan cintailah ia karena Allah. Maafkan aku, aku kagum dengan cintamu
wahai saudaraku. Beruntunglah istrimu bersuamikan dirimu. Akan kuhapus segera,
dan akan kukabarkan kepada seluruh MUSLIMAH agar mereka segera sadar bahayanya
MEMAJANG FOTONYA”
——————————————————–
Wahai saudaraku dan saudariku yang
kucintai karena Allah, jagalah diri kalian, keluarga kalian dan seluruh saudara
kalian. Kita memang tidak luput dari dosa, karena itu, alangkah indahnya jika
kita senantiasa saling menasehati.
Inilah wujud cinta kami.
Yuk. .. segera menjadi lebih baik,
Menjadi anak sholeh/sholehah.
*Terdapat perubahan judul dan
diksi, tetapi tidak mengubah esensi [islampos]


