Headlineislam.com – Makan, tentu
itu yang kita butuhkan bukan? Ya, sebagai manusia, kita termasuk golongan orang
yang paling rakus. Mengapa? Sebab, satu-satunya makhluk yang hampir memakan
makanan semua ciptaan Allah yang ada di bumi ialah manusia. Mulai dari segala
jenis tumbuhan hingga binatang, semuanya bisa diolah menjadi makanan yang kaya
akan cita rasa.
Oleh sebab itu, patut bagi kita
untuk bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh, kita termasuk orang yang sombong,
apabila kita tak mau berterima kasih kepada-Nya. Kita tak punya rasa malu,
segala sesuatu diberi oleh Allah, tetapi kita tak mau mengikuti peritah-Nya.
Lalu, seperti apa bentuk dari rasa syukur itu?
Cara yang dapat kita tempuh
tentunya mengikuti aturan Allah SWT. Termasuk dalam hal makan/minum. Ketika
makan, Islam telah memiliki aturannya tersendiri. Salah satunya, jangan kita
meniup makanan/minuman.
Pada abad ketujuh, Rasulullah
telah menyampaikan hal tersebut dalam sabdanya:
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله
عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ
Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup minuman. (HR.
Tirmidzi)
Memang, apa yang akan terjadi jika
makanan ditiup?
Kita semua tahu kalau saat
menghembuskan nafas (ekspirasi) maka kita akan mengeluarkan CO2. Nah, saat
meniup makanan CO2 akan bergabung dengan uap air (H2O) menjadi H2CO3 yang
bersifat asam. H2CO3 dalam keadaan normal berfungsi untuk mengatur tingkat
keasaman (Ph) di dalam darah. Sehingga, jika kita meniup makanan, maka secara
otomatis akan terbentuk asam karbonat (H2CO3) yang menyebabkan kenaikan kadar
asam darah yang apabila terakumulasi akan menyebabkan suatu kondisi yang
disebut asidosis yakni meningkatnya kadar asam dalam darah melebihi batas
normal.
Dalam kondisi tertentu asidosis
yang berat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan organ lain, seperti ginjal
bahkan sampai menyebabkan kematian. Sehingga, jika kita menemui hidangan
makanan yang panas, cukup bagi kita menggunakan kipas angin untuk mendinginkannya.
Referensi: Tau Gak Sih Islam Itu
Sehat?/Karya: Dr. Faza Khilwan Amna, MMR dan Dr. Hendri Okarisman/Penerbit:
Aqwamedika [ip]


