Headlineislam.com – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mendeklarasikan Laskar Anti-Narkoba di Gorontalo sebagai langkah awal membentuknya di setiap daerah di Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat
Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini Indonesia
sudah darurat narkoba, sehingga Muslimat NU harus menjadi bagian dari
penyelesai masalah itu.
"Kita bukan penonton di
negeri sendiri. Narkoba ini telah mengubah karakter dan pola pikir penggunanya
sehingga banyak kekerasan dan kriminalitas terjadi," ujar Khofifah, yang
juga Menteri Sosial RI.
Oleh karena itu, dikemukakannya,
Muslimat NU membentuk Laskar Anti-Narkoba di setiap daerah di Indonesia sebagai
langkah menyelamatkan bangsa dari kehancuran.
"Laskar ini akan terbentuk
sekitar 60 persen dari total provinsi. Tahun ini kami menyiapkan laskar yang
didahului dengan deklarasinya. Harapan saya saat Kongres Muslimat pada Juli
2016 seluruh laskar sudah siap," tandasnya.
Menurut dia, pada 1987 ada
kesepakatan di semua negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)
untuk fokus pada rehabilitasi bagi pengguna narkotika dan bahan obat berbahaya
(narkoba).
"Tapi, kita bilang narkoba
hanya transit di Gorontalo. Tahun 1997 dua menteri kesehatan di Eropa
mengatakan produsen psikotropika yang paling digemari adalah dari Indonesia.
Jadi, betapa terlambatnya kita mengantisipasi narkoba," katanya.
Peredaran narkobta, menurut dia,
tak hanya ada di kalangan mahasiswa, polisi, TNI dan pengusaha, namun juga
merambah hingga ke anak-anak dan kiai.
"Jadi, jangan anggap enteng
narkoba. Harus siaga dan waspada. Narkoba tidak transit di negara kita,
sehingga peran muslimat NU membentuk Laskar Anti-Narkoba bukan sesuatu yang
mengada-ada" demikian Khofifah.
Selain deklarasi, pengurus
Muslimat NU di Provinsi Gorontalo juga menandatangani nota kesepahaman dengan
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk memerangi narkoba. (SI Online)


