Headlineislam.com
– Tidak sampai satu hari, milisi
Syiah telah menghancurkan lima masjid Sunni di desa Al-Karmah, provinsi Anbar.
Masjid yang dihancurkan adalah Masjid Agung Al-Karmah, Ibrahim al-Hasoun, Nabi
Allah Yusuf, Ibrahim al-Ahmad, dan Mohammad al-Hadhour.
Selain itu, Asosiasi Ulama Sunni
di Iraq juga mengungkap bahwa para militan Syiah pada Sabtu (28/05) lalu juga
telah membakar kantor urusan sipil di wilayah Al-Karmah yang terletak 16
kilometer dari Fallujah dan dihuni oleh 95 ribu orang.
Terkait kondisi Fallujah, jubir
milisi Syiah Hashd al-Shaabi (Karim al-Nuri) mengklaim bahwa kabar kehadiran
Jenderal Qasem Sulaimani di Fallujah hanya dibesar-besarkan. “Sulaimani hanya bekerja
sebagai penasihat militer yang sama dengan 4 ribu penasihat Amerika yang
bekerja di Irak,” katanya dalam sebuah siaran pers seperti dikutip dari Zaman
Al-Wasl.
Sebelumnya, Sulaimani (Jenderal
Garda Revolusi Iran) dilaporkan berada di Fallujah, provinsi Anbar bersama
dengan para pemimpin milisi Syiah lainnya saat operasi militer telah
digulirkan.
Dalam foto yang diposting oleh
Harakat Hizbullah al-Nujaba (salah satu milisi Syiah Iraq), Sulaimani tampak
bersama dengan wakil kepala milisi, Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis,
Pemimpin Harakat Akram al-Kaabi dan kepala Organisasi Badr, Hadi Al-Amiri.
Partisipasi milisi Syiah bersama
tentara Iraq terkait operasi yang sedang berlangsung di Fallujah ini sendiri
telah memicu kekhawatiran masyarakat dan ulama Sunni.
“Ini mengkhawatirkan, bagaimana
mungkin orang asing (Sulaimani) telah datang ke Fallujah dengan (alasan) untuk
‘menyelamatkan’ kota,” ungkap Fikren Al-Ani, dosen ilmu politik di Al-Nahrain
Universitas Baghdad.
Sebagaimana diketahui, kota Fallujah
merupakan basis warga Sunni di Iraq. Sementara para pemegang pemerintahan saat
ini mayoritas pengikut Syiah. Tidak hanya itu, pemerintah juga menggandeng
milisi-milisi sipil Syiah untuk memerangi ISIS, yang tak jarang dimanfaatkan
oleh milisi Syiah untuk menargetkan warga Sunni. (kt/headlineislam.com)



