Headlineislam.com – Banyak kita
dapatkan di lingkungan sekitar masyarakat ketika memasuki hari Jum’at membaca
surah Yasin. Mereka berlomba-lomba membacanya dalam rangka mendapatkan
keutamaannya. Namun, setelah diteliti ternyata hadits-haditsnya banyak yang
lemah dan bukan amalan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ataupun
sahabatnya.
Lalu apa yang diajarkan oleh Nabi
kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika memasuki hari Jum’at?
Yaitu membaca surah Al-Kahfi.
Berikut ini hadits-hadits shohih
tentang keutamaan surat Al-Kahfi.
Hadits pertama:
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ
النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ
الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu
Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan
menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam
Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan
nomor.5792)
Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits
ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”.
Hadits kedua:
عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ
-صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ
عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ
Dari Abu Darda’ Radhiyallahu
Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya
dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain
disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.”
(Diriwayatkan oleh Muslim I/555
no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399
no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).
Dan di dalam hadits lain
dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah
sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ
عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]
“Maka barangsiapa di antara kalian
yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama
surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian
dari fitnahnya.”
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam
kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520
no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu).
Hadits ketiga:
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال
: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا
يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه
، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ
يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu
Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini
akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke
Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu
Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa
berwudhu lalu ia mengucapkan;
“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA”
(Maha Suci Engkau ya Allah, dan
dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain
Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis
pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak
akan robek sampai hari Kiamat.”
(Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di
dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam
Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau
berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi
keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam
kitab Shohih keduanya).
Demikianlah beberapa hadits shohih
tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi.
Mudah-mudahan kita semua diberi
kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai
tuntunan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. (Ar/Headlineislam.com)


