Headlineislam.com – Sebelumnya
telah kita bahas mengenai pengkhianatan Syiah kepada Ahlulbait Nabi Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam,yaitu:
Dan sekarang
kita akan membahas pengkhianatan-pengkhianatan Syiah diluar Ahlulbait yang
menyebabkan kehancuran umat Islam di masanya. Yaitu pengkhianatan Menteri
Syiah, Ali bin Yaqtin pada masa Harun Ar-Rasyid. Berikut pemaparannya:
Ini adalah
salah satu dari pengkhianatan Syiah terhadap Daulah Abbasiyah yang telah banyak
berbuat baik kepada mereka, bahkan sebagian dari mereka memperoleh jabatan yang
sangat tinggi, seperti menteri. Sungguh benar kata pepatah;
“Apabila engkau
memuliakan orang mulia, engkau memilikinya dan apabila engkau memuliakan orang
hina ia akan membangkangnya.”
Pengkhianatan
Ali bin Yaqtin ini diriwayatkan oleh para perawi Syiah sendiri, seperti seorang
ulama Syiah yang diberi gelar Shadr Al-Hukama dan Ra’is Al-Ulama
Ni’matullah Al-Jaza’iri, dalam bukunya yang terkenal Al-Anwar An-nu’maniyah
jilid 2 halaman 308, cetakan Tibriz Iran. Dan Muhsin Al-Mua’lim dalam bukunya “An-Nushub
wa an-Nawasib” halaman 622, cetakan Dar Al-Hadi, Beirut. Isinya adalah;
“Disebutkan
dalam beberapa riwayat, bahwa Ali bin Yaqtin menteri Harun Ar-Rasyid, adalah
salah seorang tokoh Syiah. Telah berkumpul beberapa orang narapidana di dalam
penjara, kemudian dia memerintahkan orang-orangnya untuk menghancurkan atap
penjara, sehingga menimpa mereka yang ada di dalam penjara. Jumlah mereka
kira-kira lima ratus orang dan mereka semua tewas. Dia tidak mau bertanggung
jawab atas kematian mereka, kemudian dia mengirimkan pesan kepada Al-Imam Al-Kazhim,
lalu al-Imam Alaihissalam mengirimkan jawaban kepadanya, “Seandainya
kamu datang padaku sebelum kamu membunuh mereka, kamu tidak harus
mempertanggungjawabkan kematian mereka, tetapi karena kamu tidak datang
kepadaku, maka bayarlah kafarat (denda pengganti) untuk setiap orang
yang kamu bunuh dengan seekor kambing jantan, dan seekor kambing jantan lebih
baik daripadanya.” (Haqiqar Asy-Syi'ah, halaman 55).
Mereka menyebutkan
riwayat ini sebagai dalil diperbolehkannya membunuh an-nawasib
(orang-orang Ahli Sunnah). Apakah Anda tidak melihat diyat (denda) yang “berharga”
ini? Yaitu “Seekor kambing jantan, dan seekor kambing jantan lebih baik dari
orang Sunni.” Beliau mengharuskannya membayar diyat, tidak lain karena dia
telah membunuh mereka tanpa adanya perintah dari beliau untuk membunuh mereka.
Sumber :
Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat
Islam. Karya : Dr. Imad Ali Abdus Sami’
“Ambillah pelajaran hai
orang yang mempunyai akal”

