![]() |
| Presiden Jokowi bersama Presiden China Xi Jin-ping beserta kedua ibu negara |
Headlineislam.com – Presiden Cina
Presiden Xi Jin-ping mewaspadai infiltrasi asing melalui ajaran agama dan
menghentikan beberapa ekstremis yang menyebarkan ideologi mereka.
“Kami harus
tegas menolak infiltrasi asing melalui sarana agama dan waspada terhadap
pelanggaran ideologi yang dilakukan oleh orang-orang ekstremis,” mengutip
pernyataan Xi dalam lokakarya nasional tentang agama yang berakhir pada Sabtu
(23/4/2016) lalu.
Partai
Komunis yang menjalankan pemerintahan Cina saat ini menyatakan bahwa pihaknya
melindungi kebebasan beragama, namun secara ketat mengawasi berbagai aktivitas
keagamaan dan hanya mengizinkan institusi agama yang secara resmi diakui oleh
negara menjalankan ritual dan aktivitasnya.
Pemerintah
Cina perhatian terhadap apa yang dilihatnya sebagai meningkatnya pengaruh oleh
kelompok garis keras di kawasan Xinjiang di barat yang mana ratusan orang
terbunuh lebih dari beberpa tahun yang lalu akibat kekerasan antara para
anggota komunitas muslim Uighur dan mayoritas suku Han Cina.
Pemerintah
telah meningkatkan aturan yang melarang atribut-atribut keagamaan yang terlihat
nyata, seperti kerudung dan jenggot.
Secara
terpisah, beberapa pemeluk agama Kristen di Cina menyatakan bahwa pihak
berwenang membatasi aktivitas mereka dan menurunkan salib di gereja di wilayah
pesisir Provinsi Zhejiang.
Pihak
berwenang menyatakan bahwa salib tersebut dibongkar karena umat Kristen di Cina
dianggap melakukan pelanggaran peraturan atas bangunan ilegal.
Unjuk rasa
pecah pada 2014 di kota yang banyak dihuni umat Kristen Cina, Wenzhou, juga di
Zhejiang, atas tindakan pembongkaran salib yang dilakukan pemerintah setempat.
Pada bulan
Januari lalu, pihak berwenang juga menyatakan bahwa beberapa pastur Kristen
diperiksa atas dugaan penggelapan dana.
Investigasi
itu dilakukan setelah pastor tersebut melancarkan aksi menentang pembongkaran
salib.
Para anggota
Partai Komunis Cina wajib menganut paham-paham Marxis dan masih tetap kukuh
sebagai atheis, demikian pernyataan Xi dalam sambutannya. (Intelijen)


