![]() |
| Keluarga Almarhum Siyono |
KLATEN (Headlineislam.com) – Setelah melakukan uji
labolatorium mikroskopik selama kurang lebih satu pekan, akhirnya hasil autopsi
jenazah Siyono diumumkan ke depan publik. Menurut hasil autopsi Tim Forensik PP
Muhammadiyah, Siyono terbunuh akibat adanya luka dalam berupa patahnya tulang
rusuk yang menembus jantung. Siyono diduga dalam keadaan tak berdaya ketika
meninggal dunia.
Menanggapi hasil autopsi tersebut,
Wagiyono, kakak kandung Siyono merasa bersyukur karena hasil autopsi dibeberkan
secara terbuka.
“Saya bersyukur karena hasil
autopsinya jelas. Jadi semua insyaAllah satu suara, dan tidak ada
praduga-praduga lagi,” ujarnya pada Senin (11/04) di Masjid
Muniroh, samping rumah Siyono, di Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten.
Ia juga mengatakan, kejadian ini
bisa menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk lebih merapatkan barisan. “Sebagai
pelajaran bagi umat islam utuk merapatkan barisan dan jangan sampai terpecah
belah,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menuturkan,
setelah ini seluruh keluarga akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada
negara dan umat Islam.
“Karena autopsi sudah selesai, ini
dari pihak keluarga dan pihak warga menyerahkan sepenuhmya kasus ini kepada
lembaga kemanusian, seperti Komnas HAM dan Muhammadiyah,” jelasnya.
Sementara itu, Suratmi, istri
Siyono juga berharap agar tindakan Densus 88 yang semena-mena ini tidak
dilakukan kembali kepada Muslim yang lain.
“Ya harapannya agar tindakan
Densus yang semena-mena ini tidak dilakukan kembali kepada warga Muslim yang
lain,” tuturnya.
Guru TK yang akrab dengan
panggilan Mufidah ini juga mengatakan, dirinya hanya bisa mendoakan agar Densus
88 mendapat hidayah dari Allah SWT.
“Kita dendam itu ndak, dan kita
juga tidak memaksakan hidayah karena hanya Allah yang bisa memberi hidayah,”
ulasnya.
Bahkan ayah Siyono, Marso Diyono
tidak berkomentar banyak soal ini. Ia hanya menghimbau kepada Densus 88 agar
ingat dengan Allah. “Yo mung ben do eling mawon (Ya, biar pada ingat sama
Allah),” tukas ayah Siyono. (Arham/Kiblat/Headlineislam.com)


