![]() |
| Syaikh Shlaih Al-Fauzan: "Umat Islam satu hizbi, jangan saling membid'ahkan" (Foto: Hidayatullah.com) |
Oleh : Maaher At-Thuwailibi
Headlineislam.com – Maraknya penyakit yang
menggeroti kaum talafi dewasa ini membuat umat Islam tidak nyaman. Penyakit
yang mendera mereka cukup komplek. Namanya penyakit tentu mempunyai ciri-ciri. Inilah
ciri-cirinya:
- Sibuk dengan urusan bid'ah, tapi lalai dari
urusan Tauhid dan persatuan. Para pelaku bid'ah seolah-olah sudah menjadi ahli
neraka tanpa ampun, tidak diberi udzur sama sekali, tetapi para pelaku syirik
dan kufur, mereka beri udzur. Alasannya, "udzur bil jahl" atau
"tidak istihlal".
- Mengambil kebenaran hanya dari ustadz
tertentu yang diidolakannya dan menolak kebenaran dari ustadz-ustadz lain
selain ustad idolanya.
- Merasa paling sunnah, sedangkan yang selain
kelompoknya adalah pelaku bid'ah. Merasa paling berhak masuk surga sedangkan
selainnya masuk neraka.
- Anti dengan "Hizbiyyah", tetapi dia
sendiri hizbiyyah; bangga dengan kelompoknya sendiri, walaupun tidak punya
markas, kantor, pemimpin, dsb. Artinya, ia mengaku bukan ormas tertentu, tetapi
sikapnya fanatik luar biasa terhadap kelompoknya itu.
- Sudah merasa paling selamat dari siksaan neraka,
anti harokah, anti partai Islam. Tapi kalau kepepet, ikut nyoblos juga saat
pemilu. Alasannya, "irtikab akhoffi dhororoin". Talafi yang lain beda
lagi, anti partai Islam dan anti demokrasi, tetapi pemimpin yang terpilih dari
sistem demokrasi wajib di taati. alasannya, wajib taat ulil amri. Meskipun
"ulil amri" nya dari partai banteng yang jelas-jelas anti Islam.
- Menolak permasalahan khilafiyah yang masih
diperselisihkan para ulama. Namun, bila
sudah direkomendasi oleh ustadz idolanya, itulah yang paling shahih menurutnya
dan tidak boleh dibantah. Beginilah rusaknya prilaku Talafi.
- Virus yang paling akut dan mengancam
keselamatan jiwa ialah, gampang memvonis orang lain dengan tuduhan
"hizbi", "khawarij", "ruwaibidhoh",
"mubtadi", dsb. Tetapi ketika ia di kritik dan syubhatnya di bongkar,
ia akan kejang-kejang seperti tikus kejepit pintu.
- Virus yang lebih berbahaya lagi ialah, paling
hobi mengkritik ulama dan tokoh-tokoh ummat; tetapi ketika ustad idolanya dikritik,
ia teriak-teriak sambil jungkir balik kayak sundel bolong sedang salto.
Intinya, siapa saja yang hendak mengkritik ustadnya, mesti datang ke rumahnya
langsung, mesti tabayyun, tidak boleh disebar di sosmed. Tetapi kalau
mengkritik orang lain bebas saja tanpa tabayyun, bongkar aibnya, jatuhkan
kehormatannya, rusak nama baiknya, sebarkan di mana-mana, bebas. Semua itu
dilakukan atas nama "menjaga agama" alias "tahdzir".
Inilah virus kotor kaum talafi
yang wajib anda waspadai. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua dan
menerima taubat kita. Aamiin. Wallahua’lam.
Editor : Eko Mustaqim | Headlineislam.com


