PEKANBARU (Headlineislam.com) – Acara peringatan kelahiran
Fatimah Az-Zahra di Pekanbaru berhasil dibubarkan oleh ratusan massa
Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan aparat keamanan pada Jum’at malam
(01/04/2016).
Acara yang diselenggarakan di
Gedung Pusgit HMI Jalan Melayu, RW 15 Arengka ini menghadirkan tokoh Syiah
bernama AM Safwan. Dia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Murtadha
Muththari, Rausyan Fikr Yogyakarta.
Acara tersebut diselenggarakan
oleh HMI Pekanbaru, Jaringan Aktifis Filsafat Islam (Jakfi) Pekanbaru, Batas
Arus, dan Himpunan Mahasiswa Patani Pekanbaru.
Korlap aksi, Diki Gunawan Putra
menyatakan penggerebekan dilakukan sekitar pukul 20:40 WIB. Penggerebekan
dilakukan beberapa saat setelah diketahui AM Safwan telah berada di lokasi
acara. “Tidak ada perlawanan dari panitia acara,” kutip kiblat.net
Di lokasi acara, warga setempat
mengaku tak tahu menahu adanya kegiatan acara tersebut. Seperti yang
diungkapkan Taher, ketua pemuda Rw 15 Arengka, Pekanbaru. “Kita tak tahu ada
acara tersebut. Tapi warga tak rela dan tak sudi wilayahnya dijadikan tempat
acara aliran sesat. Ini wajib dibubarkan,” kata Taher.
AM Safwan akhirnya dibawa ke
markas FPI Riau di Jalan Sungai Kampar, Pekanbaru. Secara berangsur-angsur
massa dari BPI-R dan warga membubarkan diri.
![]() |
| AM Safwan, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Murtadha Muththari, Rausan Fikr Yogyakarta |
“Meski demikian, AM Safwan
mengklaim dirinya tidak mengkafirkan sahabat dan tidak mut’ah,” jelas Ade.
Di akhir kesempatan diskusi, AM
Safwan dibuatkan pernyataan sikap untuk tidak menyebarkan ajaran sekte Syiah di
wilayah Pekanbaru. (Arham/Headlineislam.com)



