![]() |
| Disaksikan wasekjen MUI Pusat Armirsyah Tambunan, ketua MUI Sumbar dan Perwakilan MUI Kota Sumbar menandatangani Deklarasi Serambi Mekkah, Sabtu (12/2/2016) |
PADANG PANJANG (Headlineislam.com) – Majelis Ulama se-Sumatera Barat
sepakat untuk menolak perilaku lesbian, gay, sodomi dan pencabulan (LGBT, red)
dalam segala bentuk dan alasan apapun. Selain itu para ulama juga sepakat untuk
menolak paham Syiah berkembang di Ranah Minangkabau.
Kesepakatan para ulama itu
tercantum dalam Deklarasi Serambi Mekkah yang dihasilkan dari "Muzakarah
Ulama Kota Padang Panjang Tahun 2016", Sabtu (12/03/2016) di Hotel
Flaminggo, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Deklarasi ditandatangani oleh
Ketua MUI Sumbar H Gusrizal Gazahar dan Perwakilan MUI Kabupaten/Kota se-Sumbar
H Alizar Chan.
Lima poin isi Deklarasi Serambi
Mekkah yang dibacakan Ketua MUI Sumbar H Gusrizal Gazahar itu adalah:
Pertama, Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Provinsi Sumatera Barat sepakat mengutuk perilaku lesbian, gay, sodomi
dan pencabulan dalam segala bentuk dan alasan apapun
Kedua, MUI Sumbar bertekad
memerangi prilaku lesbian, gay, sodomi dan pencabulan tersebut dengan
menggerakan potensi umat dan mengembalikan fungsi rumah tangga sebagai madrasah
pertama bagi anak-anak.
Ketiga, Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Provinsi Sumatera Barat menyatakan Minangkabau harus bersih dari Syiah
Keempat, ajaran syiah dalam bentuk
apapun tidak boleh berada di ranah minang ini dan para ulama harus
bersungguh-sungguh mengawal aqidah umat dan mengatasi berbagai penyimpangan
dari ajaran ahlu sunnah waljamaah
Kelima, Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Provinsi Sumatera Barat sepakat untuk mengembalikan fungsi imam di masjid
dan di tengah masyarakat serta bertekad mengembalikan fungsi masjid sebagai
pusat pembinaan umat di bawah pengasuhan ulama sebagai pengayom umat dalam
suatu gerakan ulama baliak ka surau.
Muzakarah Ulama se-Sumatera Barat
ini digelar untuk pertama kalinya selama lima tahun terakhir. Selain membahas
persoalan LGBT dan Syiah, dalam Muzakarah ini juga dilakukan pengukuhan
pengurus MUI Provinsi Sumatera Barat 2015-2020.
Gubernur Sumatera Barat Irwan
Prayitno hadir dalam pembukaan Muzakarah bertema “Melalui Muzakarah Ulama
se-Sumbar, Kita Perteguh Peran Utama dalam Mengatasi Pendangkalan Aqidah dan
Perusakan Akhlak Umat di Minangkabau” pada Jumat (11/03/2016).
Selain Gubernur, hadir pula
Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, Danrem
032/WBR Brigjen TNI Agus Bakti Fadjari, Perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar,
Dandim 0307/TD Letkol. Arm. Bagus Tri Kuntjoro, Jajaran Kepala Kemenag dan
pengurus MUI se-Sumatera Barat. Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi hadir mewakili
pengurus MUI Pusat.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan
Prayitno mengapresiasi kegiatan Muzakarah ini. Menurutnya kegiatan ini penting bagi ulama dan agar dapat sering
dilaksanakan.
"Ulama bukan hanya sekedar
ornamen ataupun ikon, lebih dari itu ulama juga sangat dibutuhkan perannya oleh
pemerintah agar dalam pembuatan program kebijakan bisa selaras," ungkap
Irwan.
Irwan menegaskan, dirinya
mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh MUI dalam menghadapi
berbagai persoalan dengan pendekatan dakwah selain pendekatan fatwa. Tak lupa
gubernur mengucapkan selamat kepada pengurus
MUI Provinsi Sumatera Barat yang baru saja dikukuhkan.
Sumber : SIonline |
Headlineislam.com


