MESIR (Headlineislam.com) – Pengadilan Mesir pada Sabtu
(12/3) menghukum seorang pengguna media sosial terkemuka Facebook selama tiga
tahun. Ia ditahan karena dengan tegas menyebut banyak perempuan Mesir yang
sudah menikah tidak setia.
Taymour el-Sobky ditangkap bulan
lalu dan dituduh jaksa memfitnah perempuan Mesir dan merusak kehormatan mereka.
Komentarnya pada acara bincang malam populer Desember lalu menyebabkan
kehebohan.
"30 persen perempuan Mesir
bertindak amoralitas, mereka hanya tidak dapat menemukan seseorang untuk
menyenankan mereka," kata Sobky merujuk pada halaman Facebook yang disebut
'Catatan Harian Penderitaan Suami' dengan lebih dari satu juta pengikut.
Ia menilai hal tersebut sangat
normal bagi perempuan untuk membohongi suami mereka dan mencari lelaki lain.
"Banyak perempuan yang terlibat dalam ursan luar nikah sementara suami
mereka berada di luar negeri," katanya.
Komentar Sobky itu juga menyebut
perjodohan tradisional di Mesir selatan memperburuk masalah perselingkuhan.
Sebab, perempuan menikah dengan laki-laki yang tidak mereka kenal.
Setelah klaim itu, seorang pria
bertopeng dari daerah muncul dalam sebuah video YouTube dengan senapan serbu.
Ia juga mengeluarkan ancaman mati terhadap Sobky. (Arham/ROLonline)


