![]() |
Illustrasi |
JAMBI (Headlineislam.com) – Sebanyak tujuh anak orang rimba
di wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi,
akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) tahun
2016 ini.
"Tujuh anak rimba yang akan
mengikuti ujian nasional tingkat SMP yang akan dilaksanakan sekitar minggu
ketiga bulan April 2016 itu yakni Budi, Bejujung, Besigar, Perbal, Besiar,
Merangai dan Sekola yang usianya sekitar 17 tahun," kata Kordinator Unit
Pendidikan Orang Rimba KKI Warsi, Sasa di Jambi, Senin.
Namun dari tujuh anak orang rimba
tersebut yang sudah dipastikan mengikuti ujian nasional itu hanya empat anak,
sementara yang tiga anak belum dapat dipastikan.
Sasa mengatakan, tiga anak orang
rimba yang belum bisa dipastikan mengikuti ujian nasional itu adalah Besiar,
Merangai dan Sekola, karena mereka di dalam hutan dan juga ada yang sudah
menikah sehingga sulit keluar dari dalam kawasan hutan.
Dijelaskannya, ke-empat anak orang
rimba yang dipastikan akan mengikuti ujian nasional tersebut berusia sekitar 17
tahun. Mereka merupakan anak orang rimba yang tinggal di kawasan Taman Nasional
Bukit Duabelas atau di kawasan Kedudung Muda di bawah pimpinan temenggung "Grip".
"Nantinya pelaksanaan ujian
nasionalnya di SMP 12 satu atap Sarolangun di Desa Pematang Kabau. Mereka pada
saat pelaksanaannya tinggal dikantor Warsi untuk sementara, keperluan mereka
juga sudah ada yang ngurusin," katanya.
Anak orang rimba yang mengikuti
ujian nasional tersebut nantinya akan mendapat perlakuan khusus dari siswa
lainnya, karena dari segi akademis anak orang rimba tersebut berbeda dengan
anak lainnya.
Perlakuan khusus tersebut, kata
Sasa berupa pendampingan pada saat mereka mengerjakan soal-soal ujian nasional,
dan untuk pendampingannya itu sudah dikordinasikan kepada pihak sekolah.
"Mereka tentunya berbeda
dengan siswa lainnya, mereka tidak menguasai semua mata pelajaran, jadi nanti
akan ada pendampingan. Misalnya dalam soal itu ada bahasa yang sulit dipahami
oleh mereka dan nantinya akan diterjemahkan ke bahasa orang rimba oleh
pendamping itu," katanya menambahkan. (Arham/Antaranews/Headlineislam.com)