London
(Headlineislam.com) – Seorang pria Muslim di
Inggris, Ahmed Ali yang hendak terbang untuk berbulan madu dengan istrinya
diminta untuk turun dari pesawat oleh staf Thomson Airways. Dalam kasus
ini, polisi bandara melakukan interogasi selama lima jam di pos penindakan
terorisme.
Seperti
dikutip dari dailystar pada Jum’at (05/02), sudah 20 kali dirinya menjalani
pemeriksaan karena dicurigai sebagai anggota kelompok teroris selama dua tahun
terakhir ini.
Namun,
Ali sendiri menyangkal tuduhan polisi tersebut. Menurutnya, tuduhan ini hanya
disebabkan oleh adanya fitnah di Facebook kepadanya.
“Ini
semua omong kosong, tidak benar dan itu berbahaya dan palsu. Apa yang mereka
lakukan itu salah dan saya pikir itu adalah murni karena saya Muslim dan
memiliki jenggot,” ujarnya
Pria
yang berasal dari Kirk Langley ini dituduh sebagai seorang teroris yang
memiliki 11 istri. Untuk itu pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan
terhadap Ali setelah adanya rumor tersebut.
“Satu
postingan bahkan mengatakan saya telah memiliki beberapa istri, ini benar-benar
palsu. Hal ini sangat tidak adil,” ungkapnya.
Bahkan,
selama berhenti di Bandara Hethrow, Birmigham dan Menchester, dia selalu
tertahan untuk diinterogasi. “Ini tidak adil, saya tidak layak mendapat tuduhan
ini,” ujar dia.
Setelah
melakukan berbagai pemeriksaan, dia pun hanya menginginkan para penumpang
pesawat lainnya untuk tidak menaruh rasa curiga kepadanya.
“Saya
tidak peduli di mana orang-orang, dari atau apa latar belakang mereka, kita
semua harus mencoba dan bergaul dan hidup bersama. Tidak boleh ada diskriminasi
dalam kehidupan,” jelasnya.
Untuk
membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, Ali menginginkan pihak kepolisian
untuk memanggilnya, sehinggga ia bisa membuktikan semua tuduhan itu di
pengadilan. (kt/headlineislam.com)



No comments:
Post a Comment