Jakarta (Headlineislam.com) – Dalam sebuah sesi tanya jawab
di acara seminar nasional “Haji dan Persaudaraan Universal”, Kamis (28/01),
seorang peserta bertanya kepada Jaluludin Rahmat tentang pejabat yang haji
tetapi masih korupsi.
Menjawab pertanyaan tersebut,
Ketua Dewan Syuro IJABI ini mengatakan bahwa segala ibadah akan terhapus jika
berdosa kepada sesama manusia.
Jawaban itu kemudian diikuti
dengan kutipan dari seorang tokoh komunis dunia Karl Max yang menyatakan bahwa
“agama seringkali menjadi pembenaran bagi pemerasan terhadap kelompok-kolompok
tertindas”.
Tak hanya itu, ia juga
membacakan puisi karya Muhammad Iqbal yang mengatakan bahwa bapak komunis
tersebut merupakan keturunan Nabi Ibrahim.
“Pengarang Des Capital adalah
keturunan Ibrahim, emang benar dia Yahudi keturunan Ibrahim,” ungkap
Jalal mengutip.
pengurus lembaga Syiah
ini melanjutkan, katanya (Iqbal) Karl Marx itu nabi juga. Tapi nabi yang
tidak menerima wahyu. “Apa pesan nabi sepanjang sejarah? yaitu menghilangkan
kezaliman dan penindasan,” paparnya.
Yang mengejutkan, Jalal
menyebut bahwa Karl Marx lebih baik ketimbang koruptor yang masih solat.
“Itu lebih baik ketimbang yang shalat tapi menindas dan melakukan korupsi,”
ujarnya.
Nama Karl Marx sebenarnya
sudah tidak asing lagi. Anak pendeta Yahudi ini dikenal luas karena
mengusung pemikiran-pemikiran di bidang ekonomi, sosiologi, dan politik. Namun
karena kenangan buruk dengan bapaknya, pria ini lebih memilih menjadi Atheis
dan membenci semua agama.
Melalui dua buku karyanya, Des
Capital dan Manifesto Komunis, Karl Marx mengusung pemahaman yang dikenal
dengan Marxisme atau Komunisme. Dalam hal ini, Indonesia melalui undang-undang
nomer 27 tahun 1999 dengan tegas menyatakan bahwa paham tersebut dilarang untuk
berkembang.
Sumber : Kiblat
│ Editor : Mustaqim │ Headlineislam.com


No comments:
Post a Comment