Headlineislam.com – Seorang sekretaris wanita dari Oxford Union bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang ‘Hijab’ yang dalam Islam di anggap sebagai sesuatu yang dapat melindungi wanita.
Menurutnya hijab adalah sesuatu yang amat mengekang wanita
untuk membuat keputusannya.
Berikut
jawaban dari Dr. Zakir Naik:
Jika
Anda baca Qur’an, Qur’an dan Islam menganjurkan Hijab. Wanita harus tertutup.
Yang dapat terlihat hanya muka dan telapak tangan. Ini untuk kesopanan. Dan tak
hanya dalam Al Qur’an tapi juga dalam Injil. Jika Anda baca ini dalam Timothy
(2) : 9. Dikatakan, bahwa wanita haruslah berpakaian yang tertutup, anggun dan
tidak boleh menunjukkan rambut, emas juga berlian.
Lebih
jauh tercantum dalam Chorintians (11): 5-7. “Wanita yang tak menutup kepala
maka dia tak menghormati kepala, kepalanya haruslah dicukur habis.” Akan tetapi
saya tidak setuju dengan ini. Saya hanya mengutipkannya dari Injil. Sama jika
Anda baca Vedas menyatakan bahwa wanita harus menutup kepalanya.
Jadi
semua kitab religi mengatakan tentang wanita agar menutupi kepalanya. Itu untuk
kesopanan. Bukan untuk merendahkan wanita. Dan jika Anda periksa dugaan-dugaan
yang dibuat tentang saya, Dr. Zakir Naik mengatakan, jika kamu tak memakai
hijab dan memakai pakaian Barat membuat peluang bagi wanita diperkosa. Itu
salah kutipan lagi.
Yang
saya katakan, jika wanita memakai pakaian terbuka membuat mereka lebih rentan
pada pemerkosaan. Yang saya kutip dari Koran yang sama, Sunday Times
yang bicara menentang saya.
Setahun sebelumnya, 9 Maret 2009, Sunday Times
memasang artikel di Inggris 1 dari 7 orang merasa bahwa wanita yang memakai
pakaian seksi dia harus dipukul. Saya tidak setuju dengannya. Ini hanya data
statistik di Inggris.
Ada
juga artikel tahun 2005, pada Koran yang sama mengatakan, 26% warga Inggris
merasa jika wanita memakai pakaian terbuka, bertanggung jawab penuh pada
percobaan pemerkosaan.
Jadi
yang ingin saya katakan. Lebih sopan pakaian Anda, Anda akan lebih disegani.
Jadi Islam, menyarankan hijab untuk wanita tidak untuk merendahkan tapi untuk
meninggikan derajatnya.
Saya
setuju mungkin terdapat perbedaan budaya. Islam tak dapat memaksa seseorang
untuk memakai hijab. Ada perbedaan budaya. Contohnya, beberapa masyarakat,
bahkan jika hanya melihat wanita adalah tak sopan. Beberapa yang lain melihat
tidak masalah tapi menyentuh sudah tak sopan.
Beberapa yang lain berjabat
tangan tak masalah, beberapa lagi mencium tak masalah. Ada juga yang berbuat
apapun selama keduanya setuju tak jadi masalah. Beda masyarakat, beda kultur,
memiliki aturan yang berbeda.
Saat
pergi ke Amerika saya memberikan pidato. Seseorang mengatakan wanita Timur
tidak sopan. Saya terkejut, kenapa wanita Timur tak sopan? Dia bilang, “Kalian
wanita Timur, mempertontonkan perut kalian.” Jadi di Negara Barat Amerika,
mempertontonkan perut itu tak sopan. Di India mempertontonkan perut itu lumrah,
tetapi memakai celana yang dianggap tak sopan. Jadi beda kultur beda sistem.
Islam
tak dapat memaksa seseorang untuk taat. Ini dijelaskan dalam QS. Al Baqarah
(2): 256. “Tak ada paksaan dalam agama.”
Tapi
jika ada wanita yang ingin memakai hijab karena merasa dirinya berharga. Saya
yakin tak ada wanita manapun yang tak setuju.
Dan
saat di Inggris, saya melihat ratusan hingga ribuan wanita yang menutup
kepalanya dan merasa terhormat, karena terlihat sopan. Semoga dapat menjawab
pertanyaan Anda.
Sumber : Muslimahzone │ Editor : Desi R │ Headlineislam.com



No comments:
Post a Comment