Oleh:
Eva Arlini*
Headlineislam.com - “Kalau cinta, jangan mau kalah sama perbedaan.” Ini sepenggal kalimat
dari iklan sebuah produk snack. Iklannya memprovokasi anak muda supaya
mengabaikan segala perbedaan yang ada atas nama cinta. Kalau cuma beda kulit
nggak masalah. Kalau beda agama, bagaimana?
Kemudian,
yang dibilang cinta itu beneran cinta atau hawa nafsu? Saya pikir iklan itu
bukan mendorong orang buat nikah, tapi buat pacaran. Pacarannya sudah salah
jalan, ditambah pula didorong buat melanggar prinsip hidup kita. Waduh,bahaya
nih.
Sebagai
muslim, kita harus cermat menyoroti segala propaganda yang menjauhkan kita dari
Islam. Baik dari iklan, ucapan tokoh dan lain sebagainya. Sebab, kalau tidak
cermat, tentu bisa termakan pemahaman mereka yang salah.
Cermat
yang dimaksud ialah menimbang segala sesuatu dengan al Qur’an dan As sunnah.
Hanya Islam satu-satunya alat yang tepat buat menimbang hal baik dan hal buruk.
Kalau pakai timbangan akal manusia, duh mau dibawa kemana hidup ini?
Kerjaannya
cuma nuruti nafsu saja. Produk snack yang iklan pakai kalimat negatif itu,
memang enaknya dimakan oleh pasangan muda yang sedang dimabuk hawa nafsu. Jadi,
sebenarnya iklan itu tujuan utamanya untuk meningkatkan penjualan produk.
Mereka tidak peduli dampak baik atau buruknya bagi generasi muda, yang penting
laku jualannya.
So,
hati-hati ya sob. Nggak ada ceritanya, cinta menghalalkan segala cara. Sang
Pencipta rasa cinta, Allah Swt sudah memberikan aturan hidup yang lengkap,
yakni jika cinta pria dan wanita itu harus dilabuhkan dalam ikatan pernikahan.
Selain itu, Islam juga memberi tahu, orang seperti apa yang layak kita pilih
untuk menjadi pasangan hidup. Intinya, Selama perbedaan itu tidak keluar dari
koridor Islam, no problem. Namun,kalau sudah melanggar prinsip Islam, maka no
way. Waallahu’alam
Artikel:
Islampos
*Eva Arlini adalah Penulis Aktif Gaul Fresh & Aktivis MHTI



No comments:
Post a Comment