Headlineislam.com - Sebuah film pendek
berlatar belakang peristiwa penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo menyita
perhatian netizen. Dalam film berdurasi 4 menit 40 detik ini, seorang guru
menyuruh semua muridnya menggambar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Satu di antara sekian siswa dalam kelas itu
keberatan dengan tugas tersebut. Ia mengangkat tangan, namun gurunya menolak.
“No question,” sergahnya.
Siswa tersebut kemudian tercenung sembari
memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas tersebut. Tidak tahu memulai dari
mana, akhirnya dia putuskan menulis kalimat-kalimat yang sangat menyentuh hati.
Berikut ini terjemahnya:
Wahai yang tercinta Rasulullah SAW.
Hari ini di sekolah, guru meminta kami melukis
wajahmu. Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihatmu. Lalu aku menutup
kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisahmu. Aku melihat
ayah shalat sepanjang malam. Aku melihat kakak tersenyum meski dia baru
mendapat penghinaan di jalan. Aku melihat sahabatku meminta maaf meski aku yang
bersalah.
Aku ingin melukiskan semua gambaran ini. Di
sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup
kedua mataku. Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan
senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang
sempurna?
Guru tidak memberiku kesempatan bicara saat
aku ingin menjelaskan. Aku tidak menyalahkannya. Dia mungkin tidak pernah
belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya. Tapi aku, aku mencintaimu
meski tak pernah melihatmu.
Aku tak begitu pintar melukis tapi aku ingin
menulis. Aku ingin menulis kepadamu Ya Rasulullah. Jika saja kau bisa kembali
hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja,
mungkin dia akan mengerti.
Di balik surat cinta itu, ia menuliskan lafaz
Muhammad dalam bahasa Arab. Sang guru tercekat senyumnya tak bisa berkata-kata
lagi saat membaca tulisan muridnya tersebut. [Ar/Tarbiyah.net/Headlineislam.com]



No comments:
Post a Comment